Formulation Of Criminal Punishment For Peatland Burning Offenders Based On Living Law In South Kalimantan
Abstract
Peatland fires in South Kalimantan are an environmental problem with significant impacts on air quality, public health, ecosystems, and economic activities. The characteristics of peatlands allow fires to persist for long periods and produce large amounts of smoke. This article examines the formulation of criminal punishment for peatland burning based on living law in South Kalimantan using a normative juridical and conceptual approach. The discussion focuses on the relationship between criminal law provisions, the impacts of peatland fires, and values and norms existing within local communities. Criminal punishment should not be oriented solely toward punishment, but should also incorporate community protection, peatland ecosystem restoration, and the recognition of living law within society
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Budiman, D. R. (2025). Model manajemen pengelolaan kawasan hutan dalam rangka pemberdayaan masyarakat adat di Kalimantan Selatan. Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 221–231.
Horis, I. N. (2025). Penanganan degradasi lahan gambut melalui pendekatan arsitektur regeneratif di Pontianak. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, dan Arsitektur (Stupa), 931–944.
Jihad, A. N. (2024). Analisis daerah rawan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Kalimantan Selatan.
Khairunnisa, K. P. (2025). Efektivitas penyelesaian sengketa hukum berbasis kearifan lokal budaya hukum adat Badamai daerah Kalimantan Selatan. Wijaya Putra Law Review, 175–188.
Marlina, S. (2026). Pengelolaan lahan gambut: Perspektif karakteristik, permasalahan, teknologi, dan kebijakan di Kalimantan Tengah.
Mokodompit, G. R. (2025). Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terhadap kesehatan masyarakat. Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 249–256.
Qamariyanti, Y. U. (2023). Pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut dan hutan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 132–142.
Rahmini, N. (2021). Dampak ekonomi karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan: Telaah kualitatif pada kebakaran lahan di Kecamatan Gambut, Kalimantan Selatan. Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah.
Ridwan, M. S. (2026). Kajian sociological jurisprudence Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound dalam konteks hukum di Indonesia: Studi kasus konflik pembangunan Rempang Eco City di Kepulauan Riau. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 152–161.
Shaleh, M. W. (2026). Analisis pidana terhadap pembakaran lahan dengan cara membakar. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora, 1292–1307.
Tornado, A. S. (2020). Kebijakan sanksi pidana terhadap delik pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan. Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 9–14.
Virmanto, D. (2022). Kajian beberapa karakteristik tanah gambut pada lahan terbakar dan tidak terbakar di perkebunan kelapa sawit. Jurnal Solum, 43–52.
Zulkarnaen, F. M. (2026). Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan pembakaran hutan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Jurnal Riset Ilmiah, 2022–2035.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.23242094
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Masrudi M, Zulfa Jamalie, Nuril Khasyi’in

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN : 3025-6704





