Sengketa Pengelolaan Lahan Lanudal Juanda Tahun 1973–1998

Muhammad Mahendra Januar, Wisnu W

Abstract


Juanda Naval Air Base (Lanudal Juanda) was originally developed as an operational base for the Indonesian Navy's aviation forces, but over time it was also utilized as a civil airport through a civil enclave arrangement. This functional transformation created a shared-authority structure between the Indonesian Navy (TNI AL) and Perum Angkasa Pura I, which gradually developed into a land management dispute during the period 1973–1998. This study aims to analyze the background, causal factors, dynamics, and settlement efforts related to this dispute. The research employs the historical method, consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were obtained from government regulations, institutional archives, newspaper reports, interviews, and secondary literature, and were analyzed using conflict theory. The findings show that the dispute stemmed from divergent interpretations of asset-ownership status following the transfer of civil-aviation management authority, from the growing operational needs of Bandara Juanda as an international airport, and from differing institutional interests between the Navy, which prioritized defense functions, and Angkasa Pura I, which prioritized public service and infrastructure development. Settlement efforts were pursued mainly through deliberation, negotiation, and inter-institutional coordination, but had not produced a comprehensive agreement by the end of the study period. The study concludes that the Juanda land management dispute reflects the broader dynamics of civil–military relations in Indonesia's management of strategically important state assets.


Keywords


land management dispute; Lanudal Juanda; Indonesian Navy; Perum Angkasa Pura I; civil enclave.

Full Text:

PDF

References


Azwar, A., & Suryana, M. J. (2021). Dwifungsi TNI dari masa ke masa. Jurnal Academia Praja, 4(1), 154–179. https://doi.org/10.36859/jap.v4i1.182

Berita Yudha. (1981, 10 Desember). Ekonomi keuangan dan industri. https://mpn.komdigi.go.id/arsip/storage/resize/4d502a651c4fdc536b7b12c615432a56f1919944.jpg

Burhanuddin, A. (2015). Historical and cultural factors in Indonesian civil-military relations. Kritis: Jurnal Sosial Ilmu Politik, 1(2), 195–197.

Djuyandi, Y., Sudirman, A., & Suryana, N. (2025a). Analisis hubungan sipil-militer di Indonesia pasca reformasi 1998. Journal of Political Issues, 7(1), 46–56. https://doi.org/10.33019/jpi.v7i1.337

Djuyandi, Y., Dewi, S. K., Rahayu, L. F., & Hassan, M. S. (2025b). Civil-military relations in Indonesia: Promoting a professional military character from the New Order era to the reform era. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 15(3), 510–526. https://doi.org/10.26618/4d2j0r15

Harian Ekonomi Neraca. (1993, 28 Desember). Pemda setuju Bandara Juanda diperluas.

Herlina, N. (t.t.). Metode sejarah (Edisi revisi). Satya Historika.

Jubaidah, A. F., Sayrani, L. P., & Andayana, M. N. D. (2025). Dinamika konflik dalam pembangunan Bandara Surabaya II di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Journal of Social Science Research, 5, 1458–1471.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah (Edisi ke-2). PT Tiara Wacana Yogya.

Maryaningsih, N. (2014). Pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 17(1), 61–98. https://bulletin.bmeb-bi.org/bmeb/vol17/iss1/3

Mas'udi. (2015). Akar-akar teori konflik: Dialektika konflik, core perubahan sosial dalam masyarakat. Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 3(1), 177–200.

Miftahuddin. (2020). Metodologi penelitian sejarah lokal. UNY Karangmalang Yogyakarta.

Pebriani, E. P., & Endrawijaya, I. (2019). Kajian uraian tugas unit apron movement control di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Jurnal Ilmiah Aviasi Langit Biru, 12(1), 137–146.

Pratama, G. G. (2019). Environmental protection aspect of joint use military-civil. Bina Hukum Lingkungan, 4(1), 21–40.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Rini, M. P. (t.t.). Arsip Presiden Soekarno dan perkembangan kemaritiman di Indonesia [Kajian arsip tidak diterbitkan].

Sari, N. M., & Kushardono, D. (2019). Analisis dampak pembangunan infrastruktur Bandara Internasional Jawa Barat terhadap alih fungsi lahan pertanian melalui citra satelit resolusi tinggi. Jurnal Geografi, 11(2), 146–162. https://doi.org/10.24114/jg.v11i2.13470

Sejarah Bandara Juanda. (t.t.). PT Angkasa Pura I Bandar Udara Juanda. Diakses 20 Juni 2026, dari https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/1275/3/BAB_II.pdf

Sudharmono. (1984). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1984 tentang Pemisahan dan Pengalihan Kekayaan Negara pada Pelabuhan Udara Polonia di Medan dan Juanda di Surabaya untuk Dijadikan Tambahan Penyertaan Modal Negara dalam Perusahaan Umum Angkasa Pura. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Sukwika, T. (2018). Peran pembangunan infrastruktur terhadap ketimpangan ekonomi antarwilayah di Indonesia. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 6(2), 115–130. https://doi.org/10.14710/jwl.6.2.115-130

Sulistiyo, A. B. (1986). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1986 tentang Perusahaan Umum Angkasa Pura I. https://peraturan.bpk.go.id

Syahrul, F., & Goncing, M. A. (2020). Analisis keterlibatan militer dalam jabatan sipil tahun 2019 di Indonesia. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 75–86. https://doi.org/10.30738/sosio.v6i2.8080

Yunianto, B. (2017). Kerja sama Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda dan Bandar Udara Internasional Juanda dalam mendukung sistem pertahanan semesta. Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta, 3(3), 1–18.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.21592982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Muhammad Mahendra Januar, Wisnu W

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704