Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Lempu’ Na Getteng: Upaya Pembentukan dan Implementasi Karakter Jujur Pada Keluarga Masyarakat Bugis di Kelurahan Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar
Abstract
This study examines the Islamic educational values contained in the Bugis life philosophy known as Lempu’ na Getteng, as well as the efforts to form and implement honest character within Bugis families in Manding Sub-district, Polewali District, Polewali Mandar Regency. This research employs a qualitative methodology with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving traditional leaders, religious figures, community leaders, youth leaders, and Bugis families in the Binangaliu neighborhood. The results indicate that: (1) Lempu’ na Getteng embodies three core Islamic educational values, namely the values of tauhid/akidah (monotheism/faith), akhlak (morality), and kemasyarakatan (social-communal relations); (2) The effort to build honest character is carried out through cultural habituation, family education, and the preservation of Bugis oral literature including pappaseng and warekkada, which encompasses three dimensions of honesty — lempu’ lao ri dewata sewwae (honesty rooted in awareness of Allah’s supervision), lempu’ ri padanna rupa tauwwe (honesty toward fellow human beings), and lempu’ ri aleta (honesty toward oneself); (3) The implementation of Lempu’ na Getteng values in family education is carried out through modeling, habituation, and emotional communication that strengthen spiritual and moral bonds between parents and children. This study concludes that Lempu’ na Getteng is a representation of Islamic educational values within a local wisdom framework that is relevant and contextual in shaping a generation of Bugis with honest, moral, and high-integrity character.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abd. Rahman. (2021). Butir-Butir Mutiara Hikmah Dari Tanah Bugis. Sidrap Sulsel: Matinulu Institute. E-Book.
Abdullah Munir. (2011). Pendidikan Karakter: Membangun Karakter dari Rumah. Yogyakarta: Gava Media.
Abu Rizki, Ahmad. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kearifan Lokal Budaya Bugis Melalui Ungkapan (Kata-Kata Bijak) To Riolo. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Adisusilo J.R., Sutarjo. (2012). Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arhanuddin Salim, dkk. (2018). Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Bugis. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 11(1), 41–62. P-ISSN: 1979-052X.
Asriandi, Tenriwaru. (2021). Filosofi Budaya Lempu’ Na Getteng dalam Perspektif Kepatuhan Wajib Pajak Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah. Journal of Management, 4(2), 134–144. ISSN: 2614-851X.
Baso. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Lempu na Getteng. Disertasi. UIN Alauddin Makassar.
Daradjat, Zakiah. (2000). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Darwis, Rizal. (2012). Implikasi Falsafah Siri’ na Pacce pada Masyarakat Suku Makassar di Kabupaten Gowa. Jurnal el Harakah, 14(2). IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Dewantara, Ki Hajar. (2004). Pendidikan: Pemikiran, Konsep, dan Aktualisasi. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Djamarah, S.B. (2004). Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga: Sebuah Perspektif Pendidikan Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hafidh, Muhammad. (2016). Kejujuran dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 25–36.
Imam At-Turmudzi. Hadis ke-19 dalam Arbain Nawawi. Diakses melalui Aplikasi Ensiklopedi Hadis, 20 Juni 2025.
Kemenag RI. (2019). Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Khaeruddin. (2020). Nilai Kearifan Lokal Bugis Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal pada Masyarakat Bugis di Kabupaten Bone. Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 115. DOI: 10.21009/jps.092.02.
Ki Hajar Dewantara. (1961). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Taman Siswa.
Kurniawan, Syamsul. (2014). Pendidikan Karakter: Konsepsi & Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Latif, Syarifuddin. (2012). Meretas Hubungan Mayoritas-Minoritas dalam Perspektif Nilai Bugis. Jurnal Al-Ulum, 12(1). STAIN Watampone.
Lubis, Mawardi. (2019). Evaluasi Pendidikan Nilai Perkembangan Moral Keagamaan Mahasiswa PTAIN. Bengkulu: Pustaka Pelajar.
Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad Bahar Akkase Teng. (2019). Falsafah Hidup Orang Bugis (Studi tentang Pappaseng Kajaolalidong di Kabupaten Bone). Disertasi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Muslich, Masnur. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Musyafa Ali. (2022). Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga Berbasis Kearifan Lokal dan Implikasinya terhadap Perkembangan Moral Anak (Studi Kasus Masyarakat Aboge Desa Cikakak, Kab. Banyumas). Tesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Nduru, Maria Purnama. (2020). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Lingkungan Keluarga. Universitas Flores.
Nur Afif. (2022). Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal dan Implementasinya terhadap Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Islam, 11(3). P-ISSN: 2252-8970. DOI: 10.30868/ei.v11i03.3175.
Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. (2011). Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Rahim, Husain. (2014). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bugis dalam Pendidikan Karakter. Jakarta: Rajawali Pers.
Ramayulis. (2022). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Rita, T. (2021). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. suyanto.id, 24 Desember 2024.
Sayidiman. (2024). Getteng dalam Paseng Pangaderreng Masyarakat Bugis sebagai Basis Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1). Universitas Negeri Makassar.
Shahih Muslim. Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj Al-Qusyairi An-Naisaburi. H. 2607. Diakses melalui Aplikasi Maktabah Syamilah, 20 Juni 2025.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surisma. (2013). Kontribusi Nilai Kearifan Lokal terhadap Pendidikan Karakter di SMA Negeri 3 Sengkang Kabupaten Wajo. Tesis. Universitas Hasanuddin Makassar.
Taufik Abdullah. (2002). Ensiklopedia Dunia Islam Jilid 3. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeven.
Tilaar, H.A.R. (2002). Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Tohidi, Abi Iman. (2017). Konsep Pendidikan Karakter Menurut Al-Ghazali dalam Kitab Ayyuha Al-Walad. OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 2(1).
Uliyanah. (2023). Nilai Pendidikan Moral dalam Sastra Lisan Pappaseng pada Masyarakat Suku Bugis Kota Pasangkayu. Tesis. Pascasarjana Universitas Tadulako Palu.
Yin, Robert K. (2013). Studi Kasus: Desain & Metode. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Yusuf, A. Muri. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Bandung: Kencana.
Zakiyah Yulianti, Qiqi & Rusdiana. (2014). Pendidikan Nilai. Bandung: CV Pustaka Setia.
H. Abdullah Mustafa (Andi Wa’ Dollah), 89 tahun, Tokoh Adat Lingkungan Binangaliu, Kelurahan Manding. Diwawancarai 26 April 2025.
Sudirman S.IP, 57 tahun, Lurah Kelurahan Manding. Diwawancarai 15 Mei 2025.
Kaharuddin S.Ag, 38 tahun, Tokoh Agama, Lingkungan Binangaliu. Diwawancarai 30 April 2025.
Abdul Muin Matahari S.Pd, 66 tahun, Tokoh Masyarakat Bugis. Diwawancarai 30 April 2025.
Andi Ilham, 29 tahun, Tokoh Pemuda, Lingkungan Binangaliu. Diwawancarai 16 Mei 2025.
Sarpiah, 55 tahun, dan Amin, Keluarga Masyarakat Bugis, Lingkungan Binangaliu. Diwawancarai 29 April 2025.
Rosmawati, 48 tahun, Ibu Rumah Tangga, Lingkungan Binangaliu. Diwawancarai 30 April 2025.
Arsyad, 20 tahun, Pemuda/Anak, Lingkungan Binangaliu. Diwawancarai 25 April 2025.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.20569176
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Muhammad Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN : 3025-6704





