Fiscal and Regional Investment Synergy to Promote Industrial Downstreaming in North Kalimantan Province
Abstract
Kalimantan Utara Province possesses substantial potential in the natural resources sector; however, the contribution of the manufacturing industry to Gross Regional Domestic Product (GRDP) remains low due to the dominance of raw material exports. This study aims to examine the condition and role of regional fiscal policy in Kalimantan Utara Province in supporting the industrial downstreaming process; to analyze the direction, characteristics, and effectiveness of investment (both public and private) entering the province in accelerating industrial downstreaming; and to identify the optimal form of synergy between regional fiscal policy and investment to promote sustainable industrial downstreaming in the region. The research employs panel data analysis using the Fixed Effect Model (FEM) with natural logarithm (ln) transformation, based on data from 2015–2024 covering five regencies/cities in Kalimantan Utara Province. The independent variables include Regional Own-Source Revenue (PAD), Capital Expenditure (BM), Fiscal Independence Ratio (RK), Domestic Direct Investment (PMDN), Foreign Direct Investment (PMA), and Industrial Population (JPI), with Industrial Downstreaming as the dependent variable. The results indicate that the Fixed Effect Model is the most appropriate model, suggesting differences in fiscal characteristics across regions. The PMA variable has a positive and significant effect on industrial downstreaming (p = 0.017), while PAD has a positive but not statistically significant effect (p = 0.067). Other variables, including BM, RK, PMDN, and JPI, do not have significant effects. The Adjusted R² value of 0.628 indicates that approximately 62.8% of the variation in industrial downstreaming can be explained by regional fiscal and investment variables.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdul Halim. (2004). Akuntansi sektor publik: Akuntansi keuangan daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Afifi, R., Putra, H., & Nurcahyo, D. (2024). Hilirisasi industri dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Journal of Regional Development Studies, 9(2), 112–128.
Amiruddin. (2018). Kebijakan fiskal dan moneter: Teori dan implementasi di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Baltagi, B. H. (2012). Econometric analysis of panel data (5th ed.). Chichester, UK: John Wiley & Sons.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. (2025). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara Menurut Lapangan Usaha 2020–2025.
Bappenas. (2023). Evaluasi investasi nasional dan dampaknya terhadap hilirisasi industri daerah. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Deddi Nordiawan. (2008). Akuntansi pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat.
Dirgantara, A., & Setuningsih, R. (2024). Strategi hilirisasi industri nasional dan implikasi geopolitik ekonomi. Jurnal Ekonomi Global, 11(1), 35–52.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2012). Basic econometrics (5th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Haryanto, T. (2020). Pengaruh desentralisasi fiskal terhadap daya tarik investasi daerah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 9(3), 145–160. LIPI Press.
Haryanto, T. (2021). Fiscal decentralization and local industrialization in Indonesia. Journal of Regional Fiscal Studies, 5(2), 77–95.
Hausmann, R., & Rodrik, D. (2003). Economic development as self-discovery. Journal of Development Economics, 72(2), 603–633
Intan, P. (2025). Sinergi riset dan teknologi dalam mendukung hilirisasi industri nasional. Jurnal Inovasi dan Teknologi Indonesia, 7(1), 55–68.
Kementerian Investasi/BKPM. (2025). Laporan Perkembangan Investasi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Kaltara..
Kementerian Perindustrian. (2025). Outlook Hilirisasi Industri Nasional dan Daerah 2025.
Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan pembangunan daerah: Reformasi, perencanaan, strategi, dan peluang. Jakarta: Erlangga.
Mahfuz, A. (2025). Ekonomi pembangunan daerah: Teori dan kebijakan investasi publik. Yogyakarta: Deepublish.
Mardiasmo. (2002). Otonomi dan manajemen keuangan daerah. Yogyakarta: Andi.
Mardiasmo. (2018). Perpajakan edisi revisi. Yogyakarta: Andi.
Muliawati, S. (2023). Kebijakan larangan ekspor mineral mentah dan dampaknya terhadap industri hilir Indonesia. Jurnal Kebijakan Ekonomi Nasional, 4(2), 90–108.
Musgrave, R. A. (1959). The theory of public finance. New York, NY: McGraw-Hill.
Nurlan Darise. (2009). Pengelolaan keuangan daerah. Jakarta: Indeks.
Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. New York, NY: Harcourt Brace Jovanovich.
Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. New York, NY: Free Press.
Pratama, R., & Rahmawati, S. (2020). Sinergi kebijakan fiskal dan investasi dalam mendukung pembangunan daerah. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Daerah, 8(1), 44–59.
Rahmawati, S., & Prasetyo, D. (2021). Kebijakan fiskal daerah dalam mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam di Indonesia Timur. Jurnal Kebijakan Ekonomi Regional, 5(2), 75–90. Kementerian PPN/Bappenas.
Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2018). Economics (20th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Sari, D. (2024). Hilirisasi mineral dan tantangan pembangunan industri nasional. Jurnal Industri dan Pertambangan, 6(3), 211–229.
Sari, D. (2025). Hilirisasi industri: Strategi peningkatan nilai tambah ekonomi Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Simanjuntak, A., & Nuraini, L. (2019). Analisis keterkaitan investasi dan pertumbuhan industri pengolahan di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Ekonomi, 15(2), 101–119. Universitas Diponegoro.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukirno, S. (2019). Makroekonomi teori pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Suryani, M. (2022). Peran kebijakan fiskal dan investasi dalam meningkatkan nilai tambah industri daerah. Jurnal Regional Development Studies, 6(1), 54–69. Universitas Airlangga.
Tarigan, R. (2012). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Harlow, UK: Pearson Education.
Wayan, N. (2011). Kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi makro. Denpasar: Udayana University Press.
Wibowo, E., & Setiawan, R. (2023). Sinergi kebijakan investasi dan fiskal dalam peningkatan daya saing industri daerah di era otonomi. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 8(1), 33–50. Universitas Gadjah Mada.
Wuryandari, E. (2025). Hilirisasi sebagai strategi pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 12(1), 18–32.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18738259
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Aslan A, Khotibul Umam Isnanto, Elvi Olga Vania

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN : 3025-6704





