Penggunaan Lipa’ sabbe bagi Laki-Laki dalam Acara Perkawinan Masyarakat Bugis Perspektif Syariat Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo)

Andi Sutra Ratu Afizha, Ahmad Hakim, Andi Sumardin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan lipa’ sabbe bagi laki-laki dalam berbagai acara budaya masyarakat Bugis di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, serta memahami pandangan syariat Islam dan adat Bugis terhadap penggunaan lipa’ sabbe bagi laki-laki dalam acara perkawinan masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data terdiri observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer melalui wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat, serta data sekunder dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, lipa’ sabbe adalah sarung sutra khas Bugis dengan makna simbolik dan sosial yang kuat, digunakan dalam berbagai acara budaya seperti pernikahan, akikah, dan peringatan Hari Jadi Wajo. Kedua, dari perspektif syariat Islam, penggunaan sutra oleh laki-laki dilarang kecuali dalam jumlah sedikit yang tidak dominan dan hanya sebagai hiasan, sehingga lipa’ sabbe yang telah dicampur dengan bahan lain dan tidak murni sutra secara keseluruhan, maka dianggap tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kesimpulan penelitian ini bahwa masyarakat Bugis di Kecamatan Tempe melestarikan penggunaan lipa’ sabbe dalam acara perkawinan sebagai simbol budaya dengan tetap menyesuaikannya dengan syariat Islam. Dengan demikian, masyarakat Bugis mampu menjaga keseimbangan antara adat dan syariat Islam.

Full Text:

PDF

References


Al-Qur’anul Karim

Abu Dawud, Sulaiman ibn al-Asy‘ats as-Sijistani. Sunan Abi Dawud. Jilid 4. Yogyakarta: Hikam Media Utama, 2024.

Achmad Bissri Fanani, “Memahami Kaidah Fikih ‘Ketika Perkara Halal dan Haram Bercampur’,” Tebuireng Online, https://tebuireng.online/memahami-kaidah-fikih-ketika-perkara-halal-dan-haram-bercampur/ diakses 12 Juli 2025.

Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Fathul Baari: Penjelasan Kitab Shahih Al-Bukhari. Diteliti oleh Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz. Jakarta: Pustaka Azzam, 2021.

Aminah, S. Analisis Makna Simbolik pada Prosesi Mappacci Pernikahan Suku Bugis di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 11(2), 2021.

Amir, S. dan Syamsuddin, F. Eksistensi Kain Tenun Lipa’ sabbe dalam Masyarakat Suku Bugis di Kota Sengkang Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya, 5(2), 2022.

Amir, S. Sulapa Eppa pada Lipa Sabbe Sengkang. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 16(1), 2018.

Anwar, A., Rochmiatun, E., & Hadi, N. Perkembangan Tari Pakkuru Sumange’ Pada Masyarakat Suku Bugis di Desa Sungsang II Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 2(1), 2022.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2019.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Wajo. Kabupaten Wajo Dalam Angka 2022. Sengkang: BPS Kabupaten Wajo, 2022.

Basri, R., Fiqh Munakahat: 4 Mahzab dan Kebijakan Pemerintah, 2019.

Bukhari, Abi Abdullah bin Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari. Juz 10. Beirut: Dar al-Fikr.

Faruqi, A., & Maghfirah, L., Etika Berhias Bagi Wanita Menurut Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat: 33, Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Nurul Islam Sumenep, 5(1), 2020.

Fatmawati, F., & Kurnia, H., Mengenal Kebudayaan Suku Bugis, Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 1(2), 2023.

Fazli, M., & Ismail, I. Concept Al-'Adah Muhakkamah In Tradition Bakampuong Ughang Pra Walimatul ‘Ursy In Kampar Riau Community. Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial, 13(2), 2023.

Iqbal, M. Hadis-hadis Mukhtalif tentang Pakaian dan Perhiasan. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(1), 2017.

IslamQA, Hukum mengekor kaum kafir dan makna “yang dipandang baik oleh kaum Muslimin maka baik di sisi Allah”, https://islamqa.info/id/answers/45200/hukum-mengekor-kaum-kafir-dan-makna-yang-dipandang-baik-oleh-kaum-muslimin-maka-baik-di-sisi-allah. diakses 12 Juli 2025

Jannah, M., Masri, A. R., & Tasruddin, R. Makna Simbol Tradisi Kalompoang Kalattuang di Desa Paranglompoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa. Jurnal Mercusuar, 4(1), 2023

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/. 2024

Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2019

Majalah As-Sunnah. (2015). Kesombongan Penghalang Masuk Surga. Edisi 09, Surakarta: Yayasan Lajnah Istiqomah. Diakses dari https://almanhaj.or.id/5557-kesombongan-penghalang-masuk-sorga.html pada 12 Juli 2025.

Muslim.or.id, Penjelasan Atsar “Kebaikan adalah apa yang dianggap baik oleh kaum Muslimin”, https://muslim.or.id/25357-penjelasan-atsar-kebaikan-adalah-apa-yang-dianggap-baik-oleh-kaum-muslimin.html diakses 12 Juli 2025

Netti, M. Pelarangan Transgender Menurut Buya Hamka (Dalam Kitab Tafsir Al Azhar). Jurnal An-Nahl, 9(1), 28–38, 2022.

Pemerintah Kabupaten Wajo. Profil Kabupaten Wajo. Diakses dari https://wajokab.go.id, diakses tanggal 10 Juni 2025.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2007)

Suci, C. (2021). Tradisi Kuliner Kue Khas Bugis dalam Pernikahan dari Generasi ke Generasi (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Cet. XI; Bandung: Alfabeta, 2010).

Sulvinajayanti, S., Cangara, H., & Bahfiarti, T. Makna Pesan Komunikasi Motif Kain Sutera Sengkang Pilihan Konsumen di Kota Makassar. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2015.

Tim Nuansa Aulia. “Kompilasi Hukum Islam”. Bandung: Jl. Permai 20 No. 18, Margahayu Permai. cet. 8. (Bandung: CV. NUANSA AULIA, 2020).

Wahid, A. H. Pemahaman Ulama Dan Dokter Tentang Larangan Memakai Cincin Emas Dan Pakaian Sutra Bagi Lakilaki (Bachelor's thesis)

Wahyu, A. Tradisi Mappasele pada Acara Pernikahan Masyarakat di Umpungeng Kabupaten Soppeng (Analisis Hukum Islam) (Disertasi, IAIN Parepare), 2019.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15919093

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Andi Sutra Ratu Afizha, Ahmad Hakim, Andi Sumardin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704