Pengembangan Wisata Kreatif Melalui Galeri Batik TIN di Kelurahan Gundih Kota Surabaya

Fira Alfiana Damayanti, Muhammad Farid Ma’ruf

Abstract


The Role of Community Empowerment can help improve the ability and utilize the potential resources available to solve the problems faced. The Surabaya City Government created the Batik TIN Gundih program. This type of research uses descriptive qualitative research to analyze the development of creative tourism at the TIN Batik Gallery based on empowerment through SMEs in Gundih Village, Surabaya City. This study analyzes the potential, benefits, and obstacles in tourism development efforts, the focus of this research is seen from the elements of tourism development proposed by (Suwantoro, 1997) which involves five main indicators, namely tourist objects and attractions, tourist infrastructure, tourist facilities, management or infrastructure, and society or environment. The results of the study indicate that this Batik Gallery as a whole has very great potential to be developed in the future into an advanced and leading creative tourism destination in the city of Surabaya. During the three years of implementation, there are still several obstacles such as the lack of recognition of Batik TIN Gundih as a creative tourism destination and batik production in the city of Surabaya due to the lack of digitalization management and promotion, the lack of adequate supporting facilities and infrastructure, the absence of a professional institutional system and legal umbrella for tourism, and the limited human resources (HR) of the participating community, especially the competent young generation. Therefore, support from the Surabaya City Government, improvement of infrastructure and facilities, and internal development of HR of Batik TIN UMKM administrators are the keys to developing this creative tourism.


Keywords


Creative Tourism, Batik, UMKM

Full Text:

PDF

References


Albert B. (2024) 10 Destinasi Wisata Alam hingga Edukasi Populer di Jawa Timur. https://www.detik.com/jatim/wisata/d-7336587/10-destinasi-wisata-alam-hingga-edukasi-populer-di-jawa-timur diakses pada 8 Desember 2024

Alvionita, R., Silfeni, & Suyuthie, H. (2020). Analisis Pengembangan Sarana dan Prasarana Objek Wisata Pemandian Tirta Alami Kabupaten 50 Kota. Journal of Home Economics and Tourism, 7(3).

Aziz, M. S., Ningsih, S., Fehbrina, N., Sipahutar, N., & Azmy, P. A. (2023). Optimalisasi Desa Berdaulat dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(3).

Aziz, R. A., & Wahyuni, S. (2022). Creative Tourism and Cultural Empowerment: The Role of Local Participation. Journal of Regional Tourism Studies, 10(2), 134–148.

Evelin, W. D., Maharani, W. M., & sora Wicitra, J. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kampoeng Cyber sebagai Destinasi Wisata Edukasi:(Studi Di Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar). WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 87-96.

Fandana, I., & Rispawati, D. (2023). Strategi Usaha Kecil Menengah Penjual Sembako Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pemangket Kecamatan Kuripan Utara Kabupaten Lombok Barat.Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(5), 2037-2046.

Fernanda, M., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2023). Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Dalam Upaya Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang Baik. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(3), 2409-2418

Jordhi Farhansyah. (2024) “Memahami Struktur Organisasi: Jenis, Fungsi, Dan Contoh Di Berbagai Sektor”, https://www.talenta.co/blog/struktur-organisasi-perusahaan-2/ diakses pada 22 Februari 2025

Kartini, P. (2013). Nilai Kearifan Lokal dalam Batik Tradisional Kawung. Jurnal Filsafat, 23(2), 135–146.

Kurniawan, D. (2012). Otonomi Daerah Dan Desentralisasi Fiskal Di Indonesia. E-Jurnal Unisfat, Vol. 7, (No. 2), pp.129-144.

Mahadiansar, & Sentanu, I. G. E. P. S. (2022). Memperkuat Peran Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Pariwisata Lokal yang Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 8(1).

Makhfudz, M. (2013). Kontroversi Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jurnal Hukum, Vol. 3, (No2), pp.380-407.

Manning, R. E. (2001). Tourism and Sustainability: Development and Local Sustainability. CABI Publishing.

Marhum, U., & Meronda, M. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Peraturan Desa Menurut Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2014: Studi Kasus Desa Wawongsangula Kecamatan Puriala, Konawe, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(12)

Nisa, F. L., Utami, N. T., & Marseto, M. (2022). Pengembangan Wisata Berkelanjutan Kampung Batik TIN Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Kelurahan Gundih Kota Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 59-64.

Noor, M. (2011). Pemberdayaan masyarakat. I(2), 87–99.

Nuryanti, N., & Meilani, M. (2020). Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25(2), 98-108.

Nuvriasari, A., Candrawati, K., Wicaksono, G., Lestianengrum, S., & Ayunda, S. E. (2022). Development of Education-Based Tourism and Expansion of Marketing Networks in Kampung Batik Giriloyo. IMPACTS: International Journal of Empowerment and Community Services, 1(1), 37–42.

Salsabila, F. S., & Eprilianto, D. F. (2024). Strategi Peningkatan Daya Tarik Pengunjung Wisata Oleh Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya (Studi Pada Pengembangan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar). Publika, 365-380.

Samtono, S., Rahayu, E., & Risyanti, Y. D. (2022). Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif Sektor Wisata Kuliner Kampung Singkong. RESONA: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 6(2), 153-161.

Sofiani, N., & Magriasti, L. (2023). Pelaksanaan Pemerintahan Daerah Yang Maksimal Melalui Desentralisasi Dan Otonomi Daerah. Jurnal Media Ilmu, 2(2), 232-246.

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Suwantoro, G. (1997). Dasar-Dasar Pariwisata, : Penerbit Andi Yogyakarta.

Suyanto, R., & Riyanto, A. (2017). Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah untuk Penguatan Ekonomi Lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(2), 123-137.

Syafitri, D., & Ezizwita, E. (2023). Pengaruh Daya Tarik Wisata, Fasilitas dan Aksesibilitas Terhadap Proses Keputusan Berkunjung di Objek Wisata Pantai Padang di Kota Padang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas, 25(2), 1–12.

Syarifa, N. H., & Wijaya, A. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pemberdayaan melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus di Kampung Batik Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang). Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 8(1), 515–531.

Syaukani H, (2004). Otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tanjung, A. (2020). Manajemen Usaha Kecil dan Menengah. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Tawai, Adrian., & Muh Yusuf. (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan. Kendari: Literacy Institute

Wansaka, A., Hidayah, H. N., & Bakhittah, H. A. (2019). Kampung Batik Manding Siberkreasi sebagai Model Pelestarian Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2(2), 122–140.

Widiartiningtyas, W., & Pradana, G. W. (2021). Pengembangan Kawasan Wisata Tani Betet Dalam Era New Normal Di Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Publika, 9(3), 307-322.

Yoeti, Oka, A. (2008). Perencanaaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta, Pradaya Pratama. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan dan Kebudayaan

Yuliastuti, R., & Suprapti, R. (2021). Sarana Edukatif sebagai Daya Tarik Wisata pada Desa Wisata Kreatif Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 6(1), 45-55.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15552615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Fira Alfiana Damayanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704