Kebudayaan Kemiskinan pada Tukang Bawak di Makam Jarak Surabaya
Abstract
This study is motivated by the phenomenon of poverty, which is not merely economic but also cultural, particularly among informal workers such as tukang bawak (grave caretakers) in the Makam Jarak Cemetery area, Surabaya. Tukang bawak are individuals who earn a living by maintaining graves as a means of adapting to economic hardship. In practice, this occupation often involves children, giving rise to the intergenerational transmission of the values associated with the culture of poverty. This study aims to analyze the socio-economic conditions of tukang bawak, identify the cultural values that characterize the culture of poverty, and examine the process through which these values are transmitted to children. The research employs a qualitative approach with a verstehen paradigm to understand the meaning of social actions from the participants' perspectives. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation using a purposive sampling technique. The findings reveal that the socio-economic conditions of tukang bawak are characterized by low educational attainment, unstable income, and a high number of family dependents. The cultural values associated with the culture of poverty include a short-term orientation, fatalistic attitudes, and dependence on external assistance and social networks. These values are transmitted through children's involvement in their parents' work activities, allowing them to become internalized from an early age and thereby increasing the likelihood of perpetuating intergenerational poverty.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adedibu, A. A. (1989). *Begging and poverty in third world cities: A case study of Ilorin, Nigeria*.
Adesokan, A., & Owoyemi, M. K. (2022). Perceived causes and effects of street begging among adolescents with disabilities in Ilorin Metropolis, Nigeria.
Ahmad, B. (2022). Dampak kultur terhadap lifestyle masyarakat nelayan (Analisis kemiskinan kultural pada masyarakat nelayan).
Alfisyah, Y., Apriati, Y., & Lumban Arofah. (2016). Profil pengemis di kawasan pemakaman Syekh Muhammad Arsyad Albanjari di Desa Kalampaian Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Ananda, A. (2021). Pengaruh keberadaan pengemis terhadap kenyamanan pengendara di Kota Makassar.
Apriati, Y. (2019). Pengemis dan upaya penanggulangannya (Studi kasus di kawasan pemakaman Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Desa Kalampaian Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan).
Ardita Putri, A. A. Z. (2022). Permasalahan anak jalanan di Surabaya (Studi eksploratif eksploitasi anak jalanan di Surabaya).
Badan Pusat Statistik. (2023). *Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2023*. https://www.bps.go.id
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). *The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge*. Anchor Books.
BPK RI. (2021). *Ikhtisar hasil pemeriksaan semester II tahun 2021*.
Djati Perkasa, V. (2020). Kemiskinan kultural eks pengungsi Timor Timur dan problem redistribusi dana desa: Studi kasus di perbatasan Nusa Tenggara Timur.
Fauzi, A. (2022). Birokrasi dan kemiskinan struktural. *Jurnal Ilmu Sosial dan Politik*, 9(2), 134–148.
Fawole, O. A., Ogunkan, D. V., & Omoruan, A. (2014). The menace of begging in Nigerian cities: A sociological analysis.
Hailu, D. M. (2021). Begging and urbanization: A sociological analysis of the impacts of begging for urban security, sanitation and tourism development in Bahir Dar, Ethiopia.
Iqbal, M. M. (2023). Kemiskinan struktural dan mekanisme survival tukang becak di Terminal Bratang, Surabaya.
Islambay, A., Aedy, M., & Tondi, R. (2018). Studi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Sulawesi Tenggara.
Lewis, O. (1966). The culture of poverty. *Scientific American*, 215(4), 19–25.
Maduriana, I. M. (2016). Budaya dan struktur sosial di Bali. *Jurnal Masyarakat dan Budaya*, 18(2), 220–234.
Muñoz, C. P., & Potter, J. D. (2014). Street-level charity: Beggars, donors, and welfare policies.
Mubyarto. (1997). *Ekonomi Pancasila: Gagasan dan pemikiran*. LP3ES.
Nihayah, E. S. (2014). Eksploitasi anak jalanan (Studi kasus pada anak jalanan di Surabaya).
Nurhaliza, S. (2023). Pekerja informal dan tantangan kemiskinan perkotaan. *Jurnal Kesejahteraan Sosial*, 15(1), 67–81.
Ojedokun, U. A. (2015). Dynamics and patterns of transnational street begging in Lagos and Ibadan Metropolis, Nigeria.
Ojo, T. M., & Benson, T. A. (2019). Street begging and its psychosocial social effects in Ibadan Metropolis, Oyo State, Nigeria.
Perkasa, V. D. (2020, August 17). Merdeka sebagai proses. *Harian Kompas*.
Putri, S. W., & Malik, M. (2023). Eksploitasi tunadaksa sebagai pengemis (Studi kasus pada pengemis tunadaksa di kawasan Jl. Veteran Kota Makassar).
Ramli, A. R., Cangara, H., & Arianto. (2023). Penggunaan simbol-simbol kemiskinan oleh para pengemis jalanan di Kota Makassar (Studi semiotika fotografi).
Saputra, A., & Mulyadita, R. (2025). Running home-scale: Solusi pengentasan kemiskinan kultural.
Sari, S. D. A. (2022). Problematika pendirian bangunan liar masyarakat di kawasan tempat pemakaman umum Rangkah Kota Surabaya: Tinjauan teori konflik Ralf Dahrendorf.
Shamshad, M. (2009). Socio-economic status of beggars in urban areas: A case study.
Small, M. L., Harding, D. J., & Lamont, M. (2010). Reconsidering culture and poverty. *The Annals of the American Academy of Political and Social Science*, 629(1), 6–27.
Stones, C. R. (2013). A psycho-social exploration of street begging: A qualitative study.
Sudarmana, I. M. (2022). Struktur ketimpangan dan aksesibilitas dalam kemiskinan. *Jurnal Pembangunan Sosial*, 10(2), 67–74.
Sugeng Harianto. (2017). Relasi orang miskin & kebijakan penanggulangan kemiskinan.
Sugeng Harianto. (2018). Social & economy behavior shift in the suburban society.
Sugeng Harianto & Farid Pribadi. (2025). Mengentaskan kemiskinan kota: pemberdayaan masyarakat dan model penanggulangan kemiskinan melalui program padat karya.
Syaida, K. (2013). Transformasi nilai-nilai kebudayaan kemiskinan: Studi etnografi tentang pola sosialisasi anak tukang bawak di Makam Rangkah Surabaya. *Paradigma*, 1(1).
Syaida, K. (2015). Transformasi nilai-nilai kebudayaan kemiskinan (Studi etnografi tentang pola sosialisasi anak-anak tukang bawak di Makam Islam Rangkah Surabaya).
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). *Economic development* (12th ed.). Pearson.
Weber, M. (1922). *Economy and society: An outline of interpretive sociology*. University of California Press.
World Bank. (2001). *World development report 2000/2001: Attacking poverty*. Oxford University Press.
World Bank. (2022). *Poverty and inequality platform*. https://poverty.worldbank.org
Wulandari, D. (2018). Dimensi kemiskinan dalam masyarakat pedesaan. *Jurnal Ilmiah Sosial Ekonomi Pertanian*, 12(1), 45–52.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.21439029
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Asti Wulandari, Sugeng Harianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN : 3025-6704





