Achievement of Graduate Competency Standards in Malay Hantaran Training at PKBM Insan Cendikia

Adelia Razis Putri, Rahmat Fahmi

Abstract


Community Learning Centers are non-formal education institutions established by communities to provide educational services, skills training, and empowerment programs aimed at improving the quality of life. This study aims to analyze the achievement of graduate competency standards in the Malay Hantaran-Making Skills Training Program organized by Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Cendikia. A qualitative approach was employed using data triangulation through semi-structured interviews, participatory observation, and document analysis. Research subjects included program managers and tutors. Results indicate that the program successfully achieved most key performance indicators (KPIs): 90% participant attendance rate, 60% competency test pass rate through the Competency Testing Center (TUK), 80% market-quality products, sustained skill application, and 40% of participants gaining supplementary income. These findings suggest that PKBM Insan Cendikia has effectively delivered a non-formal education program that transfers locally-based cultural skills while empowering community economic outcomes. Recommendations include improving financial documentation systems, intensive remedial programs, and digital entrepreneurship incubation development.


Keywords


graduate competency standards, Malay hantaran, PKBM, non-formal education, economic empowerment.

Full Text:

PDF

References


Ansori, M., & Sari, D. P. (2022). Evaluasi pencapaian kompetensi lulusan program keterampilan di PKBM: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Nonformal dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 45–60.

Ardiansyah, R., Hakim, L., & Wahyuni, T. (2022). Pengaruh pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pencapaian kompetensi peserta program keterampilan vokasional. Jurnal Ilmiah Pendidikan Vokasi, 8(2), 112–127.

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal. (2021). Instrumen akreditasi satuan pendidikan nonformal: PKBM. BAN-PNF.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan penilaian program kursus dan pelatihan berbasis kompetensi. Kemendikbudristek.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek. (2021). Pedoman pelaksanaan uji kompetensi melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK). Kemendikbudristek.

Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. (2023). Panduan pengelolaan PKBM berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemendikbudristek.

Fajri, R., & Alfiansyah, M. (2023). Model pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan kerajinan tangan berbasis budaya lokal di Sumatera. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 7(1), 88–104.

Fitriani, N., & Salim, A. (2021). Efektivitas mekanisme Tempat Uji Kompetensi dalam meningkatkan kualitas lulusan program kursus dan pelatihan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 28(1), 33–47.

Hardiansyah, F., & Kurniawan, D. (2022). Rekonseptualisasi standar kompetensi lulusan pendidikan nonformal di era Society 5.0. Jurnal Ilmu Pendidikan, 29(1), 12–25.

Hidayat, A. (2021). Evaluasi program pendidikan nonformal berbasis keterampilan lokal: Tantangan dan peluang di era digital. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 15(2), 112–128.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi (Terjemahan). Pustaka Pelajar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kursus dan Pelatihan. Kemendikbudristek.

Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2021). Kirkpatrick's four levels of training evaluation (2nd ed.).

Association for Talent Development Press.

Kusumawati, R., Pratiwi, A., & Santoso, B. (2022). Integrasi pemasaran digital dalam program keterampilan tradisional: Dampak terhadap pendapatan peserta PKBM. Jurnal Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 78–95.

Mardiana, S., & Suharto, E. (2023). Evaluasi model CIPP pada program keterampilan budaya lokal di lembaga pendidikan nonformal. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(1), 55–72.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. PT Remaja Rosdakarya.

Mustofa, A. (2021). PKBM sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di era pascapandemi: Tantangan dan strategi pengembangan. Jurnal Pendidikan Masyarakat Indonesia, 4(2), 67–84.

Noviantika, R., & Haryono, B. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan keterampilan vokasional di PKBM: Tinjauan sistematis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah, 11(2), 98–115.

Nurhasanah, D., & Purnomo, A. (2023). Kualitas produk kerajinan berbasis budaya lokal Sumatera: Studi komparatif antara program pelatihan PKBM dan pelatihan mandiri. Jurnal Seni Kriya dan Desain, 10(1), 22–38.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal.

Prasetyo, H., & Widiarto, M. (2022). Work-based learning dalam program pendidikan nonformal: Dampak terhadap retensi kompetensi dan kemandirian peserta. Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, 9(2), 145–162.

Rahmat, F., & Supriyono, H. (2023). Transformasi PKBM sebagai inkubator kewirausahaan berbasis komunitas: Studi kasus di Riau. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 34–51.

Santoso, B., & Wulandari, R. (2021). Ketahanan ekonomi produk kerajinan budaya lokal dalam kondisi pandemi dan pascapandemi: Analisis permintaan pasar. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 44–60.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3).

Alfabeta.

Sudjana, D. (2010). Pendidikan luar sekolah: Wawasan, sejarah perkembangan, falsafah, teori pendukung, asas. Falah Production.

Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation theory, models, and applications (2nd ed.). Jossey-Bass.

Tambunan, R., & Afrizal, M. (2021). Pendidikan keterampilan berbasis kearifan lokal dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat: Studi di Provinsi Riau. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 34(3), 268–282.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Widayati, S., & Fauzi, R. (2022). Pengembangan instrumen penilaian kompetensi berbasis kinerja untuk program keterampilan di PKBM. Jurnal Penelitian Pendidikan Nonformal, 9(1), 12–27.

Zahroh, U., & Pratiwi, L. (2023). Dampak program pelatihan keterampilan tradisional terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di PKBM: Perspektif gender. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 10(2), 115–132.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.20097157

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Adelia Razis Putri, Rahmat Fahmi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704