Analysis of Non-Equal Marriage Practices in Ammatoa Customary Law and the Pasang ri Kajang Tradition from an Islamic Law Perspective

Nurul Fatimah, Muhammadiyah Amin, Muh. Ilham

Abstract


The main issue in this study is “Analysis of Non-Equal Marriage Practices in Ammatoa Customary Law and the Pasang ri Kajang Tradition from an Islamic Law Perspective.” This research aims to provide an overview of the practice of non-equal marriages in the Ammatoa customary area, analyze the impact of non-equal marriage practices on the Ammatoa Kajang community, and elaborate the Islamic legal perspective on customary rules regarding non-equal marriage within the Ammatoa society. This study is qualitative (field research) with an ethnographic focus on the Pasang ri Kajang tradition, employing normative juridical, sociological, and anthropological approaches. Data sources were obtained from customary leaders, community members, the village head of Bontoharu, youth leaders, customary officials, religious leaders, the Bulukumba Ulama Council, Nahdlatul Ulama Bulukumba, and academicians. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data processing and analysis were conducted through data editing, data reduction, data presentation, comparative analysis, and drawing conclusions. The results show that the practice of non-equal marriage according to the Pasang ri Kajang tradition is permissible when the male party belongs to the puang (noble) class and the female party belongs to the ata (commoner) class. Conversely, marriages between women from the puang class and men from the ata class are prohibited, as they are considered contrary to prevailing customary law. This practice contributes to discriminatory treatment against the ata class, both socially and within the customary legal system, leading to psychological pressure, limited social space, and the non-fulfillment of equality before the law.



Keywords


Non-Equal Marriage, Ammatoa Custom, Pasang ri Kajang Tradition, Islamic Law

Full Text:

PDF

References


Abbas, M. (2023). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Yogyakarta: PT Penamuda Media.

Abdullah, M. A. (2016). Studi agama: Normativitas atau historitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adam, A., & Haramain, F. B. (2025). Eksistensi Sompa sebagai representasi kelas sosial dalam perkawinan adat Bugis Soppeng: Perspektif hukum Islam. Jurnal El-Thawalib, 6(3).

Alam, A. S. (2020). Ilmu hukum Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Alam, S., & Nirwana. (2021). Dinamika perkembangan masyarakat agama primitif Patuntung di Sulawesi Selatan. Jurnal Sosioreligius, 5(2).

Al-Bukhārī, M. b. I. (2011). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī: Kitāb al-Nikāḥ, Bāb al-Akhfā’ fī al-Dīn (Ḥadīṡ No. 5090). Beirut: Dār Ibn Kaṡīr.

Alfan Nasrullah, A. M. (2024). Sumber-sumber hukum Islam. Jawa Timur: PT Literasi Nusantara Abadi Group.

Alfira, E. (2021). Kepercayaan Patuntung dalam suku Kajang pada masa kontemporer. Jurnal Ilmu Sejarah Budaya dan Humaniora, 6(3).

Ali, M. D. (2015). Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Ali, M. D. (2017). Hukum Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Ali, Z. (2022). Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Al-Malibary, Z. ibn A. A. (2024). Fath al-Mu’in. Jakarta: Al-Kautsar.

Al-Nadwī, A. A. (2014). Al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah. Damaskus: Dār al-Qalam.

Al-Tirmiżī, M. b. ‘Ī., dkk. (2011). Sunan al-Tirmiżī: Kitāb al-Nikāḥ, Bāb mā jā’a idzā jā’akum man tarḍauna dīnahu wa khuluqahu (Jilid 3). Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī.

Al-Zuhayli, W. (2019). Wajiz fī Ushūl al-Fiqh. Damaskus: Dar al-Fikr.

Amsal, B. (2022). Peran kuasa adat Ammatoa dalam kebertahanan etnik Kajang. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(2).

Arif, M., & Saepullah, U. (2024). Telaah prinsip kafa’ah dalam hadis tentang kriteria memilih calon pasangan: Pendekatan kaidah al-adatu muhakkamah. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 4(1).

Asrowi. (2018). Ijma’ dan qiyas sebagai sumber hukum Islam. Jurnal Al-Musaqoh, 1(1).

Azzam, A. A. M., & Hawwas, A. W. S. (2016). Fiqh Munakahat: Hibah, nikah, dan talak (Terj. A. M. Khon). Jakarta: Amzah.

Baharudin. (2017). Tinjauan hukum yuridis terhadap perkawinan di Kecamatan Kajang (Tesis).

Barzah. (2017). Buku ajar hukum Islam. Yogyakarta: Deepublish.

Cahyani, T. D. (2020). Hukum perkawinan. Malang: UMM Press.

Dadang Jaya. (2021). Bagaimana relasi suami-istri perkawinan tidak sekufu dalam profesi: Dampak terhadap keharmonisan keluarga. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum dan Pendidikan, 31(1).

Dressler, W. W. (2017). Culture and the individual: Theory and method of cultural consonance. New York: Routledge.

Dzuhayatin, S. R. (2016). Pernikahan dalam perspektif sosial dan budaya. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial.

Fahmi Lubis, A. (2022). Revitalisasi hukum adat dalam membangun sistem hukum di Indonesia. Public Service and Governance Journal, 3(2).

Faiz Zainuddin. (2021). Eksistensi ‘urf sebagai metode dan sumber hukum Islam. Al-Manar: Jurnal Hukum dan Peradilan Islam, 1(2).

Geertz, C. (1993). Kebudayaan dan agama. Yogyakarta: Kanisius.

Ghazaly, A. R. (2019). Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ghoffar, M. ‘A., & Abū Iḥsān al-Aṡarī. (2015). Tafsir Ibnu Kaṡīr (Terj.). Bogor: Tim Pustaka Imām al-Syāfi‘ī.

Hadikusuma, H. (2022). Hukum perkawinan Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Hafid, A. (2023). The Pasang ri Kajang: Challenges and dynamics of education in the indigenous community of Kajang. Jurnal Ijtimaiyya, 16(2).

Harahap, N. (2021). Konsep kafa’ah dalam pernikahan menurut hukum Islam. Jurnal Pendidikan, 8(1).

Harahap, S., & Arisman. (2023). Urgensi kufu dalam pernikahan. Jurnal Hukum Islam, 7(1).

Hartono, J. (2018). Metode pengumpulan dan teknik analisis data. Yogyakarta: Andi Offset.

Hasanah, H. (2018). Dampak sosiologis pernikahan tidak sekufu dalam profesi. Jurnal Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(2).

Heryati. (2022). Konsep Islam dalam Pasang ri Kajang sebagai kearifan lokal tradisional dalam sistem bermukim pada komunitas Ammatoa Kajang. Jurnal Sejarah dan Budaya, 2(2).

Huda, N. (2022). Eksistensi hukum adat dalam tata hukum Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 3(2).

Husnul, A., & Patimah. (2021). Tinjauan hukum Islam tentang mappacci di kalangan masyarakat. Jurnal Al-Qadauna, 2(2).

Ichwan, M. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi lisan masyarakat adat Ammatoa Suku Kajang. Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 7(4).

Irwandi. (2023). Keberagaman tradisi perkawinan masyarakat Suku Kajang dalam perspektif filsafat hukum. Rampai Jurnal Hukum, 2(1).

Jaih, M. (2015). Pembaruan hukum perkawinan di Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Jalaludin, T. (2023). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Putra Surya Santosa.

Januru, L., dkk. (2023). Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Kasjim, S., & Sudirman. (2022). Hukum Islam dan hukum adat di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Katu, S. (1993). Pasang ri Kajang: Suatu kajian dari sudut fenomenologi agama. Jurnal Al-Qalam, 5(1).

Katu, S. (2000). Pasang ri Kajang. Makassar: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat.

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Kosim. (2019). Fiqh Munakahat. Cirebon: IAIN Syekh Nurjati Press.

Larasati. (2023). Studi komparatif syarat-syarat perkawinan berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2019. Jurnal Fatwa Hukum, 6(4).

Mahmudah, & Iroyna, I. T. (2023). The relevance of the concept of kafa’ah and ijbar guardian rights in the modern era from perspective of Hanafiyah and Syafi’iyah madhab. Al-Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues, 3(1).

Nasution, K. (2019). Pengantar dan pemikiran hukum keluarga Islam Indonesia. Yogyakarta: Academia Tazzafa.

Nawawī, Y. b. S. al-. (2021). al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhażżab (Juz 22, Kitāb al-Nikāḥ). Yogyakarta: Al-Hikam.

Nurfaidah. (2019). Hukum adat dan perubahan sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Ramli, M. (2023). Nilai-nilai Islam Pasang ri Kajang di Desa Tana Towa Kecamatan Kajang. Jurnal Sejarah dan Budaya, 1(2).

Riswanto. (2016). Implementasi adat perkawinan di Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Jurnal Pemikiran, 3(1).

Rofiq, A. (2018). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Rudiantono, A. I., & Nurhikmah. (2023). Implementasi hukum adat tentang perkawinan beda kasta dalam perspektif hukum positif. Jurnal Tana Mana, 4(2).

Rusdiansyah. (2019). Sumur dan budaya suku Kajang: Kearifan lokal suku Kajang. Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer, 20(2).

Sabiq, S. (2015). Fiqih Sunnah. Jakarta: Cakrawala Publishing.

Saly, J. N. (2023). Revitalisasi hukum adat dalam membangun sistem hukum di Indonesia. Jurnal Qistina, 13(2).

Samad, M. Y. (2017). Hukum pernikahan dalam Islam. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 5(1).

Soekanto, S. (2020). Hukum adat Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Susanti, E., dkk. (2021). Analisis perbandingan Pasang ri Kajang Tallasa Kamase-Mase dengan syariat Islam. Jurnal Pena, 2(2).

Sztompka, P. (2017). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media Grup.

Tim Redaksi. (1991). Kompilasi hukum Islam. Jakarta: Direktorat Pembinaan Peradilan Agama.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Percetakan Negara Republik Indonesia, 2019.

Waruwu, M. (2023). Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan kombinasi mixed methods. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1).

Wati, R. (2023). Persepsi tokoh masyarakat Kajang terhadap aturan kasta dalam adat pernikahan dan relevansinya dengan fikih Islam. Journal of Students Research in Family Law, 19(1).

Yudowibowo, S. (2015). Tinjauan hukum perkawinan di Indonesia terhadap konsep kafa’ah dalam hukum pernikahan Islam. Jurnal Yustisia, 1(2).




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.19280000

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nurul Fatimah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704