Analisis Fiqh Muamalah terhadap Praktik Pinjaman Kelompok di Platform Fintech Amartha dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

Anna Delfianty Gantina, M. Awalul Haikal, Jaenudin J, Dian Herdiana

Abstract


This study examines the legal position and compliance of Amartha’s peer-to-peer lending scheme within the framework of Sharia principles, focusing on the legitimacy of the wakalah bil ujrah contract and its alignment with Indonesian positive law. Using a normative juridical method, this research relies on primary legal materials including OJK regulations governing fintech lending and relevant DSN-MUI fatwas, supported by secondary materials such as journals, sustainability reports, and academic analyses. The findings indicate that Amartha’s business model featuring group-based financing, fixed service fees, and risk-sharing mechanisms generally aligns with the governance requirements stipulated in POJK and the contractual parameters defined in fatwas on wakalah, ujrah, and P2P financing ethics. This study concludes that while Amartha’s model is legally structured to comply with Sharia and positive law, stronger regulatory enforcement and standardized disclosures are necessary to ensure optimal consumer protection and Sharia-compliant financial practices.



Keywords


Sharia fintech; wakalah bil ujrah; peer- to-peer lending

Full Text:

PDF

References


Amartha. (n.d.). Fokus Berikan Pinjaman Modal Usaha untuk Perempuan di Desa – Fintech Amartha Resmi Kantongi Izin Usaha OJK. Blog Amartha. Diakses dari: https://amartha.com/blog/money-quiz/fokus-berikan-pinjaman-modal-usaha-untuk-perempuan-di-desa-fintech-amartha-resmi-kantongi-izin-usaha-ojk

Kontan. (2024, Desember 23). Lender Perorangan P2P Akan Dibatasi, Amartha Andalkan Pinjaman

Institusi. Bisnis Finansial – Kontan.

PR Newswire. (2022, September). Fintech Pioneer Amartha Secures USD 55 Million from European Development Finance Institutions to Empower Women Entrepreneurs in Rural Indonesia. Diakses

Kompas. (2023, Januari 09). Fintech Amartha Salurkan Total Modal Usaha Senilai Rp 10 Triliun. Kompas Money.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

Fatwa DSN-MUI Nomor 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang Wakalah.

Fatwa DSN-MUI Nomor 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Wakalahbil Ujrah.

Kontan. (2023). Amartha Sebut Porsi Penyaluran di Luar Jawa Sekitar 60% dari Total Pembiayaan. Diakses dari: https://keuangan.kontan.co.id/news/amartha-sebut-porsi-penyaluran-di- luar-jawa-sekitar-60-terhadap-total-pembiayaan

UIN Sunan Ampel Surabaya. (2021). Model Bisnis Peer-to-Peer Lending Amartha: Mekanisme Kelompok, Survei Lapangan, dan Ujrah. Skripsi. Digital Library UINSA. Diakses dari: https://digilib.uinsa.ac.id/35201/1/Evi%20Riadhotun%20Hasanah_F02416085.pdf

Az-Zarqa, Mustafa. 1998. “Al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Am, Juz II.” Damaskus: Dar al-Qalam.

Fahrunisa, Iqlima, dan Basmah Nafisah. 2023. “Analisis Fatwa DSN MUI Tentang Murabahah dan Wakalah Bil Ujroh dalam Fintech Dana Syariah.” LABATILA: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam 7(01):27–40.

Fatwa DSN-MUI Nomor 82 Tahun 2021 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Latuconsina, Nahriah, Didin Baharuddin, Arizal Hamizar, dan Ekonomi Islam IAIN Ambon. 2020. “Fintech Peer To Peer Lending Dalam Perspektif Maqashid Al-Syariah (Studi Pada PT. Amartha Mikro Fintek).” TAHKIM 16(2):310–30.

Mustaqilla, Nazhira, dan Achmad Diny Hidayatullah. 2022. “Implementasi akad wakalah pada fintech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia.” TAWAZUN: Journal of Sharia Economic Law 5(2):236–47.

Qatrunnada, Nadia, dan Indra Marzuki. 2019. “Analisis Akad Murabahah Dan Wakalah Bil Ujrah Pada Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi (Fintech).” Al-Mizan: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam 3(2):54–73.

Wulandari, Laura Ayu, dan Siti Alfia Ayu Rohmayanti. 2025. “Penerapan Akad Wakalah Bil Ujrah dalam Financial Technology (Fintech) Syariah.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 2(03):2124–31.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17829589

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Anna Delfianty Gantina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704