Analisis Potensi Lokal sebagai Sumber Belajar Berbasis Laboratorium Lapangan dalam Pembelajaran Geografi (Studi kasus Objek wisata Alam Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan)

Shaiful Shahabi, Ramli Umar, Hasriyanti H

Abstract


In geography learning, it is closely related to nature, so the need for learning resources based on field laboratories is very much needed. The ideal implementation of learning should be carried out outside the classroom by utilizing the environment as a learning object in identifying and analyzing natural phenomena. However, there are difficulties for educators in implementing learning outside the classroom due to the lack of facilities and infrastructure, as well as location knowledge that is relevant to geography learning materials. This study is intended to analyze the utilization of the potential of the Bantimurung Natural Tourism Area, Jene Taesa Village, Simbang District, Maros Regency as a learning resource based on field laboratories in geography learning. This type of research is descriptive qualitative with triangulation methods, namely observation, interviews and documentation studies. With very complex natural phenomena, the results of this study indicate that the Bantimurung Natural Tourism Area, Jene Taesa Village, Simbang District, Maros Regency. Has great potential to be used as a source of field learning for geography learning that can be utilized by teachers and students in supporting geography learning.


Keywords


Location, Potential, learning resources, field laboratories, geography learning.

Full Text:

PDF

References


As’ari, R. dkk. (2019). Penggunaan Lanskap Lokal sebagai Laboratorium Lapangan untuk Geografi Pendidikan.

As’ari, R., & Mulyanie, E. (2019). The Use of Local Landscape as A Field Laboratory for Geography of Education.

Barnawi & M. Arifin. (2012). Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Burhanuddin, Analisis Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (Malang : Bumi Aksara, 1994).

Barnawi & M. Arifin. (2012). Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Dakir. 1975. Didaktik Umum Jilid I. Yogyakarta: UNY Press Dalyono. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV Alfabeta.

Dadang Sulaeman dan Sunaryo, Psikologi Pendidikan, (Bandung : IKIP Bandung, 1983). I.Nyoman Bertha, Filsafat dan Teori Pendidikan, (Bandung : FIP IKIP Bandung, 1983).

Darwyan Syah dkk. 2007. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Gaung Persada Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.(2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Djaali. 2013. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Djemari Mardapi. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendekia Press. Donni Juni Priansa dan Agus Garnida. 2013. Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien, dan Profesional. Bandung:

DOI: https://doi.org/10.35580/jes.v6i2.61073

Etin Solihatin dan Raharjo. 2007. Cooperative Learning. Jakarta: Bumi Aksara.

Fatchan, Ach. (2013). Keunggulan Pembelajaran Scientific Indoor dan Outdoor Study untuk Meningkatkan Aktivitas, Hasil Belajar, dan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Peserta Didik di Bidang Geografi.Jurnal Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XVI Ikatan Geografi Indonesia (Geografi Berkarya Membangun Bangsa). Banjarmasin: Tanggal 2-3 November.

Hani Handoko. (2003). Manajemen edisi ke-2. Yogyakarta: BPFE. Haris Mudjiman. 2007. Belajar Mandiri.

Hasibuhan & Moedjiono. (2012). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Hasriyanti, Evita, Samiyem, Taufiq Hidayat Samsu. 2024. Ombo-Kaombo sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Wabula dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut Berkelanjutan. Jurnal Environmental Science. Volume 6 Nomor 2 April Tahun 2024. p-ISSN: 2654-4490 dan e-ISSN: 2654-9085. p.105-114.

Hasriyanti, Lili Asriyani, Ratri Harianti Putri, Annursyah Bachtiar. 2024. Economic Potential of Coastal Communities in Regional Development in Timbala Village West Poleang District Bombana Regency. Geografika Journal (Geografi Lingkungan Lahan Basah). Vol. 5, No. 1 - July 2024. p.93-104.

DOI: https://doi.org/10.20527/jgp.v5i1.12986

Hasriyanti, Rusdi, Alonge Titus Adeyemi, Erman Syarif. 2023. Patorani Local Knowledge System In Fisheries Resources Conservation Education in Galesong District South Sulawesi. Jurnal Pendidikan Geografi, Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi. ISSN: 0853-9251 (Print): 2527-628X (Online). DOI: 10.17977/um017.

Hasriyanti, Wiwin Kobi. 2022. Application of The Quantum Learning Model with Mind Mapping Method in High School Students. Jambura Geo Education Journal. Vol 3, No 2 (2022). DOI: 10.34312/jgej.v3i2.15317.

Hayani, S., Santoso, A. B. (2015).Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Outdoor Study pada Mata Pelajaran Geografi Materi Lingkungan Hidup Kelas XI-IPS di SMA Negeri se-Kabupaten Pekalongan. Edu Geography 3(8) (2015).

I.Nyoman Bertha, Filsafat dan Teori Pendidikan, (Bandung : FIP IKIP Bandung, 1983). JLCedu (Jurnal Pembelajaran Dan Pendidikan Karakter). Jurnal Studi Geografi SPASIAL, 12(2).

Lidi, M. W., & Daud, M. H. (2019). Identifikasi Materi Lokal Kawasan Gunung Iya sebagai Sumber Belajar Biologi di Kota Ende. Pancasakti Science Education Journal PSEJ, 4, 97–105. https://doi.org/10.249

M. Ngalim Purwanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta : Mutiara Sumber2 Benih Kecerdasan, 1981). Maman Suherman, Pengembangan Sarana Belajar, (Jakarta : Karunia, 1986).

M. Ngalim Purwanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta : Mutiara Sumber2 Benih Kecerdasan, 1981). Maman Suherman, Pengembangan Sarana Belajar, (Jakarta : Karunia, 1986). Media Group .

Puastuti, D. &Anggie, I. P. A. (2021). Pendekatan Kontekstual pada Pembelajaran Geografi pada PT Sekolah. Rineka Cipta. SPATIAL Journal of Geographical Studies, 19(2).

Siregar & Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Subiyanto. 1988. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Subiyanto. 1988. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukarno. 1981. Dasar-dasar Pendidikan Sains. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Sukarno. 1981. Dasar-dasar Pendidikan Sains. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Sulistyorini, Sri. 2007. Model Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dan enerapannya dalam KTSP. Yogyakarta:

Sulistyorini, Sri. 2007. Model Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dan enerapannya dalam KTSP. Yogyakarta: Media Group .

Syafiuddin, M. (2022). Potensi Laboratorium Alam Samarinda sebagai Sumber Belajar Mata Pelajaran IPS Madrasah Tsanawiyah. Journal EDUCANDUM, 8(1).

Widiastuti, E. H. (2017). Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Pembelajaran Mata Pelajaran IPS. Sayta Widya, 33(1).

Wulandari, E., & Djukri, D. (2021). Identification of Lampung Local Potential as Source of Biology Learning in Senior High School. Biosfer, 14(2), 250–263. https://doi.org/10.21009/biosferjpb.20178




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15952828

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Shaiful Shahabi, Ramli Umar, Hasriyanti H

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704