Kaidah yang Berkaitan dengan Kondisi Menyulitkan

Risky Rinaldi Lasepe, Andi Muhammad Akmal, Achmad Musyahid

Abstract


Kaidah fikih al-masyaqqah tajlibut taysir (kesulitan mendatangkan kemudahan) merupakan prinsip penting dalam hukum Islam, terutama ketika seorang mukallaf menghadapi kondisi menyulitkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Islam untuk merespons dinamika kehidupan kontemporer yang sering diwarnai oleh dilema hukum, di mana dua keburukan tidak dapat dihindari sekaligus. Studi ini bertujuan mengkaji makna, dalil, syarat, dan penerapan kaidah dalam situasi darurat dan problematika kekinian. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui studi pustaka, wawancara, dan analisis data lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kaidah ini merupakan derivasi dari prinsip umum “ad-dharar yuzal” dan sejalan dengan maqashid al-syari’ah. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis, seperti QS. Al-Baqarah: 286 dan sabda Rasulullah “agama ini mudah”, menjadi landasan kuat dalam penerapannya. Kaidah ini juga diperkuat oleh pendapat ulama klasik dan kontemporer, serta memiliki hubungan erat dengan kaidah-kaidah fikih lainnya. Contoh aplikatif ditemukan pada kebolehan tayamum menggantikan wudhu, atau rukhsah saat safar dan sakit. Kesimpulannya, pemahaman dan penerapan kaidah ini menjadi penting dalam menjawab tantangan hukum Islam masa kini, dengan syarat tidak bertentangan dengan nash dan tidak disalahgunakan untuk kemaksiatan. Edukasi dan sosialisasi fikih kaidah harus ditingkatkan agar umat Islam mampu mengambil keputusan yang maslahat, proporsional, dan sesuai tuntunan syariah dalam situasi sulit

Full Text:

PDF

References


A.Djazuli. Kaidah-Kaidah Fiqih. Jakarta: Kencana, 2006

Abi Mu’ti bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihayah al-Zain, Beirut: Dar el-Kutub alAlamiah, 2002

Ahmad bin Syaikh Muhammad Zarqa, Syarh al-Qawaid al-Fikihiyah, Damascus: dar el Qalam, 1989

Al Burnu, Muhammad Shiddiq bin Ahmad, al-Wajiz fi Idhah, al-Qawai’id al Fiqhiyah, cet I, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1404 H/1983

M Al-Sadlan, Salih bin Ghanim. al-Qawaid al-Fiqhiyah al-Kubra. Riyadh: Dar alBalnasiyah. 1417 h

Az-Zuhaily, al-Qawa’id al-Fikihiyah wa Tatbiqatuha fi Mazahib al-Arba’ah, Juz. I, Damascus: Dar el-Fikr, 2006

Bukhari, al-Jami’ al-Sahih al-Bukhari, Germany: Tra Digital Stuttgart GmbH, 2000, Hadis no. 69

Ezzat Abid al-Da’as, al-Qawaid al-Fikihiyah ma’a al-Syarh al-Mujaz, Cet. III, Beirut: Dar al-Tirmizi, 1989

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Riyadh: Bait al-Afkar al-Dauly, t.t.

Muhammad Bakir Ismail, al-Qawaid al-Fikihiyah baina al-Asalah wa al-Taujih, Heliopolis: Dal al-Manar, t.t.

Muhammad bin Saleh al-Usaimin, al-Qawa’id al-Fiqhiyah, Alexandria: dar elBasheera, 1422 H

Mukhlis usman, MA. Kaidah-Kaidah Ushuliyah dan Fiqhiyah, Jakarta: Raja Grafindo Persada:1997.

Musbikin, Imam, Qawa’idh al-Fiqhiyyah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001

Salih bin Ghanim al-Sadlan, al-Qawaid al-Fikihiyah al-Kubra, Riyadh: Dar alBalnasiyah, 1417 H.

Wahbah az-Zuḥaili, al Fiqh al Islami wa Adillatul, Damaskus: Dar al Fikr, 2006


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Risky Rinaldi Lasepe, Andi Muhammad Akmal, Achmad Musyahid

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704