Pendekatan Konseling pada Anak Korban Keluarga Broken Home; Literature Review

Nurul Faiza Eka Putri, Melani Lestari Sihombing, Nabila Alifiana Syahidah, Muslikah M, Ashari Mahfud

Abstract


The loss of family unity creates deep emotional wounds that hinder the psychological growth of children. This study aims to examine the effectiveness of various counseling approaches in supporting the recovery of children from broken homes. This research employed a literature review method by analyzing scientific papers, articles, and relevant books. The findings show that community counseling, peer groups, sociodrama, and culturally-based counseling approaches strengthen resilience, enhance emotional well-being, and develop social skills in children. It is recommended that counselors, teachers, and communities collaborate to build a responsive and sustainable support ecosystem for children from broken families.

Full Text:

PDF

References


Aisyah, S., Bahiyah, K., Prasetiya, B., & Kusumawati, D. (2022). Dampak psikologi terhadap kehidupan anak korban broken home. Al-Athfal Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 75-81. https://doi.org/10.46773/alathfal.v3i2.485

Mistiani, W. (2020). Dampak keluarga broken home terhadap psikologis anak. Musawa Journal for Gender Studies, 10(2), 322-354. https://doi.org/10.24239/msw.v10i2.528

Mone, H. (2019). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial dan prestasi belajar. Harmoni Sosial Jurnal Pendidikan Ips, 6(2), 155-163. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v6i2.20873

Mu'alifah, I., Pribadi, T., & Elliya, R. (2023). Konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home. J.MenHealth, 2(1), 23-28. https://doi.org/10.56922/mhc.v2i1.365

Sari, M., Fitria, L., & Radyuli, P. (2022). Permasalahan siswa dari keluarga broken home. Jurnal Pti (Pendidikan Dan Teknologi Informasi) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universita Putra Indonesia Yptk Padang, 10(2), 87-92. https://doi.org/10.35134/jpti.v10i2.176

Satata, D. (2021). Self-disclosure sifat independen anak tunggal pada keluarga broken home. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(1), 53-65. https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i1.5173

Tohari, S. and Aminah, A. (2023). Efektivitas konseling krisis pendekatan realita untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home. Jurnal Consulenza Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 6(2), 259-268. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v6i2.2357

Suhendar, E. (2018). Konseling Komunitas: Konsep dan Praktik. Jurnal Psikologi Komunitas, 5(2), 43-56.

Djuwita, R. (2017). Sasaran dan Tujuan Konseling Komunitas. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 6(3), 77-89.

Rahmawati, N. (2019). Peer Group sebagai Sarana Konseling. Jurnal Psikologi Perkembangan, 2(1), 100-110.

Santoso, B. (2020). Sosiodrama dalam Konseling Anak. Jurnal Kajian Pendidikan, 4(1), 55-66.

Asriani, S. (2018). Konseling Berbasis Nilai Budaya Lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 30-40.

Hadi, T. (2021). Program Konseling Komunitas di Jakarta. Jurnal Kesehatan Mental, 8(1), 85-95.

McBride, A. (2017). Youth Empowerment Solutions: Empowering Young Minds. Journal of Community Psychology, 45(1), 40-50.

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Fitriyani, D., & Fauziah, R. (2021). Dampak Penelantaran Emosional terhadap Perkembangan Psikologis Remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 43–52.

Rahayu, F. D., & Rahmawati, N. (2020). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kesejahteraan Psikologis Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(3), 178–189.

Alamsyah, R., & Nurjanah, D. (2020). Tingkat Stres pada Remaja Broken Home. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(2), 112–120.

Putra, B. A., & Mawarni, T. R. (2021). Krisis Identitas pada Remaja dari Keluarga Konflik. Jurnal Psikologi Sosial, 7(2), 67–80.

Indriyani, H., & Sari, M. P. (2022). Self-Esteem Remaja dari Keluarga Tidak Harmonis. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(1), 21–33.

Ramadhan, A., & Hidayat, M. (2023). Kenakalan Remaja dan Keluarga Broken Home. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 11(1), 85–98.

Amhar, A., Azari, N. F., Fadilla, N., Amelia, S. R., Nurfianti, N. S., & Dahut, A. G. L. (2023). Dukungan Sosial sebagai Determinan Kesehatan Mental pada Remaja dengan Keluarga Broken Home. Journal of Communication and Social Sciences, 1(1).

Dewi, S. N., & Lubis, S. A. (2023). Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Emosi Negatif Anak Broken Home dengan Teknik Modelling dan Konseling Islami. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(1).

Hurlock, E. B. (2010). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Erlangga.

Kusuma, S. E., & Asri, D. N. (2023). Interaksi Sosial Anak Broken Home dengan Teman Sebaya di SMPN 1 Maospati. Seminar Nasional Sosial, Sains, Pendidikan, Humaniora (SENASSDRA).

Nurasmi, R. (2018). Dukungan Sosial Komunitas Hamur pada Remaja Broken Home. Repository Universitas Ahmad Dahlan.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2017). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (9th ed.). Wiley.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15295750

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Nurul Faiza Eka Putri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

ISSN : 3025-6704