Tinjauan Filsafat Hukum terhadap Keadilan Substantif dalam Kebijakan Hilirisasi Mineral Indonesia di Tengah Tuntutan Organisasi Perdagangan Dunia

Harlin Sabrinda Rasya, Marcha Jeanne Mawene

Abstract


This study analyzes the tension between Indonesia’s mineral downstreaming policy and international trade law in the DS592 dispute before the WTO from a legal philosophy perspective. This normative juridical study employs statutory and conceptual approaches. The findings show that the WTO Panel’s decision in DS592 emphasized the application of Article XI section (1) of the GATT 1994 through a positivist-formalistic approach. Meanwhile, Indonesia’s downstreaming policy is grounded in Article 33 of the 1945 Constitution and the principle of Permanent Sovereignty over Natural Resources as an expression of the state’s authority to manage natural resources for national development. The DS592 dispute demonstrates a tension between compliance with international trade law and the need for developing countries to preserve policy space in managing their natural resources. Therefore, the application of international trade law should consider legal certainty alongside substantive justice, development needs, and state sovereignty over natural resources.

Keywords


Hilirisasi Mineral, Keadilan Substantif, World Trade Organization.

Full Text:

PDF

References


Agnia, R., Bakhri, Z. K. A., Saputri, T., & Peradi, D. J. (2026). Analisis kekuatan hukum putusan panel WTO dalam sengketa ekspor nikel Indonesia dengan Uni Eropa. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(6). https://doi.org/10.62281/fy6ryt13

Alam, D., Djajakarta, E. D., Putro, B. P. W., & Syahrizal, T. (2026). Analisis kebijakan larangan ekspor bijih nikel Indonesia dalam perspektif hukum dan pembangunan ekonomi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 16616–16626. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.11162

Amanah, M. (2024). Kebijakan larangan ekspor bijih bauksit Indonesia berdasarkan prinsip restriksi kuantitatif dalam GATT 1994-WTO [Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin. http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/36726

Febiola, C. P., Pratiwi, C. A., Salsabila, R. A., & Bramantyo, A. (2024). Nickel ore export prohibition in the framework World Trade Organization as an effort to protect natural resources (WTO study case DS592: Indonesia measures relating to raw materials). Jurnal Ilmiah Advokasi, 12(3), 444–455. https://doi.org/10.36987/jiad.v12i3.6223

General Agreement on Tariffs and Trade. (1994). General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994.

Hansopaheluwakan, S., et al. (2025). Perdagangan internasional: Teori, kebijakan, dan aplikasi dalam era globalisasi. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Havertz, R. (2026). The crisis of the WTO appellate body and the current trajectory of neoliberalism. Frontiers in Political Science, 8, 1779375. https://doi.org/10.3389/fpos.2026.1779375

Hobbes, T. (n.d.). Leviathan (Part I, Chapter XI, “Of the difference of manners”).

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2019). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Iswandi, M. (2025). Kebijakan hilirisasi nikel Indonesia dan dampaknya pada sengketa perdagangan internasional di World Trade Organization (WTO): Kasus larangan ekspor bijih nikel antara Uni Eropa dan Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(11). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i11.2444

Kristiawanto. (2022). Memahami penelitian hukum normatif. Prenada Media.

Lahadalia, B., Wijaya, C., Dartanto, T., & Subroto, A. (2024). Nickel downstreaming in Indonesia: Reinventing sustainable industrial policy and developmental state in building the EV industry in ASEAN. Journal of ASEAN Studies, 12(1), 79–106. https://doi.org/10.21512/jas.v12i1.11128

Mahmud, M. T. E. (2025). Prinsip kedaulatan permanen atas sumber daya alam dan implikasinya terhadap kewenangan negara dalam mengatur investasi langsung asing. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(3), 344–350. https://doi.org/10.5281/zenodo.17394390

Mernissi, Z., Risnain, M., & Pitaloka, D. (2023). Analysis of the World Trade Organization panel decision between Indonesia and the European Union in case number DS592 of 2022 concerning restrictions on exports of low-grade nickel ore. Mataram Journal of International Law, 1(2). https://doi.org/10.29303/majil.v1i2.4221

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Puspita, N. Y., Nadeak, E., & Hervino, A. D. (2022). Justifikasi penerapan prinsip permanent sovereignty over natural resources dalam perdagangan internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(3), 504–525. https://doi.org/10.23887/jatayu.v5i3.56398

Redi, A., & Marfungah, L. (2021). Perkembangan kebijakan hukum pertambangan mineral dan batubara di Indonesia. Undang: Jurnal Hukum, 4(2), 473–506. https://doi.org/10.22437/ujh.4.2.473-506

Santoso, R. B., Moenardy, D. F., Muttaqin, R., & Saputera, D. (2023). Pilihan rasional Indonesia dalam kebijakan larangan ekspor bijih nikel. Indonesian Perspective, 8(1), 154–179. https://doi.org/10.14710/ip.v8i1.56383

Setiawan, E. B. (2025). Prinsip konstitusi ekonomi dalam hilirisasi nikel untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding Media Pembinaan Hukum Nasional, 14(1). https://doi.org/10.37092/hutanasyah.v4i1.1191

Suherman, A. M. (2022). Hukum perdagangan internasional: Lembaga penyelesaian sengketa WTO dan negara berkembang. Sinar Grafika.

Sugito, E. (2023). Nikel Indonesia: Kunci perdagangan internasional. Gramedia Pustaka Utama.

United Nations General Assembly. (1962). Permanent sovereignty over natural resources (Resolution 1803 (XVII)).

Zaki, M. R. S., Armanto, M. H., Albar, R. A. H., & Koos, S. (2023). Safeguarding sovereignty: Indonesia’s solution to the raw materials case in WTO. Indonesian Journal of International Law, 20(4), 725–752. https://scholarhub.ui.ac.id/ijil/vol20/iss4/6

Zaman, M. N. U. (2025). Implementasi economic analysis of law dalam pengaturan hilirisasi Indonesia: Antara permanent sovereignty over natural resources dan perdagangan internasional. Jurnal Rechts Vinding Media Pembinaan Hukum Nasional, 14(1). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v14i1.2044




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.22928768

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,