Deconstructing the Myth of Legal Neutrality: A Critical Legal Studies Perspective on Disparities in Law Enforcement Against Marginalized Communities

Fahri Indiyartono, Natanael Robona A Siagian

Abstract


Criminal law enforcement in Indonesia often shows a gap between the promise of equality before the law and the outcomes experienced by marginalized communities. Minor cases involving the poor are processed through to a verdict, while major cases involving power and capital tend to move slowly and end lightly. This study aims to explain why power relations affect the objectivity of law and to formulate a philosophical remedy for these disparities. It employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches through library research. The findings indicate that legal neutrality is a myth sustained by legalistic-positivist thinking. Criminal norms that are open to interpretation benefit those who can afford strong defense, while marginalized people receive the most rigid reading. Progressive Law, judicial law-finding (rechtsvinding), and Article 53 paragraph (2) of the new Criminal Code can ground a judge’s duty to prioritize substantive justice, provided that judicial reasoning remains open to testing and respects the principle of legality. A change in how law enforcers think therefore matters more than a change in statutory text

Keywords


legal neutrality, Critical Legal Studies, legal positivism, progressive law, marginalized communities.

Full Text:

PDF

References


Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum.

Indonesia. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.

Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 247/Pid.B/2009/PN.Pwt.

Putusan Mahkamah Agung Nomor 816 K/Pid/2023 (sebagaimana dirujuk dalam Susilo dan Negara, 2025).

Adinata, Hendrix, dan Nanik Prasetyoningsih. “The Law Enforcement in Indonesia: Progressive Legal Perspectives and Islamic Law.” Jurnal Akta 10, no. 4 (2023): 327–338. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/akta/article/download/35172/pdf

Asa, Agam Ibnu, Muhammad Mukhtasar Syamsuddin, Agus Wahyudi, dan Agus Hamzah. “Aliran Filsafat Hukum sebagai Cara Pandang (Worldview) Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 7, no. 2 (2025): 199–227. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphi/article/download/10960/12640

Ash-shidiqqi, Ellectrananda Anugerah. “Rule of Law dalam Perspektif Critical Legal Studies.” Amnesti: Jurnal Hukum 3, no. 1 (2021): 25–36. https://doi.org/10.37729/amnesti.v3i1.895

Baiti, Arinta Marwah Nur, Ratna Endang, Zahra Salini, Reggina Sorela Gita Wahyudi, dan Uswatun Insani. “Ketidakadilan Hukum dalam Demokrasi Pancasila: Kasus Korupsi Minyak dan Nenek Pencuri Kayu.” Indonesian Journal of Law 2, no. 7 (2025): 165–171. https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/1344

Elta, Yonar Harada Taquas, dan Yoserwan. “Paradigma Critical Legal Studies terhadap Asas Legalitas di dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia.” UNES Law Review 6, no. 1 (2023): 2507–2518. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1

Ma’ruf, Syochibul Amar, dan Safaruddin Harefa. “Penegakan Hukum di Indonesia dalam Perspektif Hukum Progresif.” Wijaya Putra Law Review 2, no. 2 (2023): 204–219. https://jurnal.uwp.ac.id/fh/index.php/wijayaputralawreview/article/download/140/55

Sarwandari, Aninda Putri, dan Agus Machfud Fauzi. “Ketidakadilan Hukum di Indonesia dalam Penanganan Kasus Nenek Asyani.” Media Hukum Indonesia 2, no. 5 (2025): 106–114. https://doi.org/10.5281/zenodo.14736732

Susilo, Erwin, dan Dharma Setiawan Negara. “Ratio Decidendi dan Obiter Dictum: Evolusi Konseptual Pertimbangan Hakim dalam Putusan Pidana Indonesia.” Jurnal Negara Hukum 16, no. 2 (2025): 165–181. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/hukum/article/download/5049/pdf

Wicaksono, M. Widhi Dhatu. “Gerakan Studi Hukum Kritis di Indonesia.” Jurnal Bevinding 2, no. 2 (2024): 56–60. https://www.journal.uniba.ac.id/index.php/JB/article/download/1128/787/3068

Yuda, I Gede Angga, dan I Gusti Ayu Stefani Ratna Maharani. “Peranan Lembaga Bantuan Hukum dalam Membantu Masyarakat Kurang Mampu demi Terwujudnya Access to Justice.” Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum 12, no. 4 (2024): 540–552. https://doi.org/10.24843/KS.2024.v12.i04.p02

Dandapala. “Pasal 53 KUHP Baru: Kemerdekaan Hakim atau Ancaman bagi Kepastian Hukum.” 2026. https://dandapala.com/opini/detail/pasal-53-kuhp-baru-kemerdekaan-hakim-atau-ancaman-bagi-kepastian-hukum (diakses 10 Oktober 2026).

Dandapala. “Nenek Minah, Restorative Justice dan Lahirnya Perma 2/2012.” t.t. https://dandapala.com/article/detail/nenek-minah-restorative-justice-dan-lahirnya-perma-22012 (diakses 10 Oktober 2026).

Hukumonline. “Kasus Nenek Minah, Pembuka Fenomena Penerapan Restorative Justice.” 2023. https://www.hukumonline.com/berita/a/kasus-nenek-minah--pembuka-fenomena-penerapan-restorative-justice-lt64ad8fa40c796/ (diakses 10 Oktober 2026).




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.23526118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,