Deconstructing Algorithmic Bias in Criminal Sentencing from the Perspective of Utilitarianism Theory
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Actuarial justice. (2026). In The Sociology Dictionary. https://thesociologydictionary.com/sociology-dictionary/a/actuarial-justice/
Al Farisi, S., Ningsih, S. P., Fairuzaki, A., Mayasari, N., & Nurfarizi, S. (2026). Kecerdasan buatan dan hak asasi manusia: Analisis etika dan kerangka hukum di era digital. Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara, 3(1), 107–112.
AllahRakha, N., Al Fatih, S., Djumaevich, K. S., & Nuraliyevich, R. S. (2026). Legal, ethical, and regulatory challenges of AI integration in the judicial system: Between efficiency and fairness. Prophetic Law Review, 8(1), 83–104.
Ariyadi, F. (2025). Algorithmic bias dalam restorative justice: Ancaman bagi marginal. National Multidisciplinary Sciences, 4(3), 148–158.
Fatoni, S., & Rusdiana, E. (2024). Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai bahan pertimbangan putusan hakim dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 24(3), 247–264.
Hendrawan, J., & Nasution, M. K. (2025). Etika algoritma: Pertimbangan moral dalam kecerdasan buatan dan otomasi. ResearchGate.
Kamila, Z. (2025). Pengaturan hukum dan prospek penggunaan artificial intelligence dalam era digitalisasi sistem peradilan di Indonesia. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(3), 16–36.
Madanchian, M., & Taherdoost, H. (2025). Ethical theories, governance models, and strategic frameworks for responsible AI adoption and organizational success. Frontiers in Artificial Intelligence, 8, 1–14.
Mecca, A. S. P., Hidaya, W. A., & Tuasikal, H. (2025). Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 5(6), 1730–1746.
Mougan, C., & Brand, J. (2024). Kantian deontology meets AI alignment: Towards morally grounded fairness metrics. arXiv. https://arxiv.org/abs/2311.05227
Octavia, E., Thio, J., Audelia, S., & Prianto, Y. (2026). Perluasan tanggung jawab pencipta dan pengguna kecerdasan buatan dalam perspektif filsafat hukum. JURAGAN, 3(1), 118–128.
O’Neil, C. (2016). Weapons of math destruction: How big data increases inequality and threatens democracy. Crown Publishing Group.
Prasetyo, D., & Rahma, E. S. (2026). Transparansi algoritma prediktif dalam proses peradilan pidana: Analisis kesenjangan antara akurasi teknis dan hak asasi manusia. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Ilmu (MURAMU), 2(3), 36–48.
Priyatno, H. D., & SH, M. (2026). Filsafat revolusi digital: Rekonstruksi paradigma hukum di era teknologi. Dunia Penerbitan Buku.
Putra, A. S., Sidarta, D. D., Taufik, M., & Nasution, D. W. (2025). Narasi dan stigma dalam peradilan pidana: Bagaimana cerita publik mempengaruhi penjatuhan hukuman. Syiah Kuala Law Journal, 9(3), 440–441.
Putra, C. Y. (2026). Digital transformation of the judiciary: Ethical and legal implications of the use of AI in the Indonesian criminal justice system. International Journal of Humanities, Social Sciences and Business (INJOSS), 5(2), 316–324.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886.
Rusdi, R., Ardiansyah, M. R., & Hoesein, Z. A. (2025). Filsafat hukum di era kecerdasan buatan: Menelaah kembali konsep realitas, norma, dan kode dalam kerangka tiga dunia Karl Popper. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(1), 4677–4689.
Ryan, M. J. (2021). Framing individualized sentencing for politics and the Constitution. American Criminal Law Review, 58(4), 1747–1773.
Yopik Gani, S. I. P., & Sibarani, B. S. I. K. (2026). Etika publik dan kebijakan publik. Penerbit KBM Indonesia.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.23450932
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



