Analisis Yuridis Gugatan Rekonvensi dalam Sengketa Wanprestasi Studi Kasus Putusan No. 34/Pdt. G/2025/PN Bdg

Rakha Subandriyo, Abhinaya Ahmad Raharja, Daniel Ran Simamora, Dwi Desi Yayi Tarina

Abstract


This study seeks to examine the counterclaims, also known as reconvention, presented in a breach of contract case as outlined in Decision Number 34/Pdt.G/2025/PN.Bdg, with a focus on the legal grounds used, the court's reasoning, and the resulting legal outcomes within the context of a construction contract. This study employs a normative legal approach, focusing on the case method by examining court rulings, statutory laws, and related legal writings. The findings indicate that the counterclaim was submitted because the first-stage payment for work that had progressed to 30 percent completion was not fulfilled, even though the payment was made through a blank check. The court viewed the action as a breach of contract and ruled that the Plaintiff's suspension of work in the Reconvention was lawful under the terms of the agreement, resulting in a partial approval of the counterclaim. This study shows that recognizing progress in work can create important legal consequences that lead to the need for payment. However, court decisions often focus on formal proof from written documents, which might not take into account the quality of the work as a key part of fulfilling the contract. Therefore, the counterclaim in this case functions as a means of legal protection and also emphasizes the need to balance legal certainty with substantive justice when addressing disputes in construction contracts.

Keywords


Counterclaim, Breach of Contract, Construction Agreement

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, A., Suryamizon, A. L., & Nazar, J. (2023). Wanprestasi dalam perjanjian kontrak konstruksi antara PT. Attaraya Mitra Konstruksi dan PT. Sinar Global Pembangunan. RIO Law Jurnal, 4(2).

Adiputra, I. K. A. W., Sugiartha, I. N. G., & Widyantara, I. M. M. (2021). Putusan sela perkara perdata bila penggugat asal meninggal dunia. Jurnal Preferensi Hukum, 2(3), 588–593.

Azzahra, F., Setyowati, R. K., & Asmaniar, A. (2019). Pemutusan perjanjian pemborongan bangunan secara sepihak akibat wanprestasi. Jurnal Krisna Law, 1(3), 1–6.

Badri, S., Handayani, P., & Rizki, T. A. (2024). Ganti rugi terhadap perbuatan melawan hukum dan wanprestasi dalam sistem hukum perdata. Jurnal USM Law Review, 7(2), 310–328.

Badrulzaman, M. D. (1994). Aneka hukum bisnis. Bandung: Alumni.

Harahap, M. Y. (2017). Hukum acara perdata: Tentang gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Hendriana, D. Y. (2025, September 25). Ketika tergugat bisa balik menggugat: Memahami gugatan rekonvensi. Media Hukum Indonesia.

Hernoko, A. Y. (2010). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Jakarta: Kencana.

Herzien Inlandsch Reglement [HIR]. (n.d.).

Ihsan, M. A. D., Lubis, Y., & Akhyar, A. (2022). Analisis yuridis tanggung renteng wanprestasi dalam perjanjian kerja pembangunan perumahan (Studi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 286 K/Pdt/2019). Jurnal Meta Hukum, 1(1), 46–57.

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026, February 24). Wanprestasi.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. (n.d.).

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2012). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2012.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025, August 4). Keabsahan pengajuan gugatan rekonvensi bersamaan duplik. Media Hukum Indonesia.

Mertokusumo, S. (2017). Hukum acara perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Mulyani, T. (2016). Penerapan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian jual beli dikaitkan dengan batalnya suatu perjanjian disebabkan oleh wanprestasi. Jurnal Hukum Media Justitia Nusantara, 6(1).

Nariswari, Y., & Nugroho, E. R. (2025). Wanprestasi dan ganti rugi dalam transaksi jual beli tiket konser Coldplay oleh penjual jasa titip. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Nevianti, N. D., Marniati, F. S., & Ismail, I. (2024). Kepastian hukum kontrak kerja konstruksi terkait wanprestasi penyedia jasa dalam menyerahkan bangunan tidak tepat waktu kepada pengguna jasa. CENDEKIA: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 1(9), 609–625.

Noviana, E., Suriaatmadja, T. T., & Sundary, R. I. (2022). Asas keseimbangan dalam perjanjian kerja antara pekerja dan pengusaha dalam rangka mewujudkan keadilan bagi para pihak. Jurnal Wawasan Yuridika, 6(1), 84–100.

Pengadilan Negeri Bandung. (2025). Putusan Nomor 34/Pdt.G/2025/PN Bdg.

Pradnyana Artha Wirawan, B. A., Budiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2022). Wanprestasi pihak debitur dalam perjanjian non kontraktual dengan jaminan gadai. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(1), 40–45.

Prakoso, A. (2025, August 4). Keabsahan pengajuan gugatan rekonvensi bersamaan duplik. Media Hukum Indonesia.

Putri, R. C. K., & Arifudin, E. (2021). Penyelesaian perkara wanprestasi pada perjanjian hutang piutang tanpa sita jaminan (Studi Kasus Putusan Nomor 146/Pdt.G/2021/PN Bpp). Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Rengkung, F. J. D. (2017). Tanggung jawab hukum terhadap penyedia barang dan jasa dalam pelaksanaan jasa konstruksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Lex Crimen, 6(9).

Sholihattri, W., & Salim, H. S. (2025). Perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan akibat wanprestasi dalam perjanjian konstruksi (Studi Putusan Nomor 8/Pdt.G/2019/PN.Slw). Jurnal Rekomendasi Hukum, 1(3).

Simatupang, B. L., & Ade, I. N. (2023). Penyelesaian perkara wanprestasi pada perjanjian hutang piutang tanpa sita jaminan. JJR, 3(2).

Sinaga, N. A., & Zaluchu, T. (2018). Peranan asas keseimbangan dalam perjanjian. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 8(1).

Sirait, A., Sherly, N., Aritonang, T., & Sianturi, R. (2019). Tinjauan yuridis terhadap keabsahan suatu perjanjian oleh para pihak yang mengakibatkan wanprestasi. Lex Librum, 6(1), 1–10.

Subekti. (2005). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Sulthanah, L. T., & Surahmad. (2021). Analisis penyelesaian wanprestasi kontrak kerja konstruksi ditinjau dari asas keseimbangan. Kertha Semaya, 9(3), 470–481.

Tanwijaya, P., & Marpaung, M. E. (2025). Analisis akibat hukum wanprestasi dalam perjanjian jual beli (Studi kasus Putusan PN Jakarta Utara No. 607/PDT.G/2024/PN JKT.UTR). Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(5).

Wulandari, E. N. (2018). Implikasi pemberlakuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi terhadap klausula penyelesaian sengketa pada kontrak kerja konstruksi di Indonesia. Privat Law, 6(2).




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.20373293

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,