Kedudukan Nikah Siri,Talak Siri, dan Nikah Online dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akmal, A. M., Asti, M. J., & Mulham. (2021). Problematika nikah siri, nikah online, dan talak siri serta implikasi hukumnya dalam fikih nikah. Al-Risalah, 21(1).
Alim, A. M. (2015). Status anak dari pernikahan siri. Blogspot. Retrieved June 10, 2016, from http://alimpolos.blogspot.co.id/2015/01/status-anak-dari-pernikahansiri.html
Armansyah. (2017). Perkawinan sirri dalam perspektif hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Sangaji, 1(2).
As-Sayyid, S., et al. (2009). Fiqh sunnah. Kuala Lumpur: Al-Hidayah Publication.
Burhanuddin, S. (2012). Nikah siri: Menjawab semua pertanyaan tentang nikah siri. Yogyakarta: Media Pressindo.
Direktorat Pembinaan Peradilan Agama. (2003). Himpunan peraturan perundang-undangan dalam lingkungan peradilan agama. Jakarta: Yayasan Al-Hikmah.
Ibnu Rusy. (n.d.). Bidayatul mujtahid (Vol. 2). Beirut, Lebanon: Darul Fikri.
Malikah, U., Septiandani, D., & Junaidi, M. (2021). Keabsahan talaq di luar pengadilan berdasarkan hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Semarang Law Review, 2(2).
Nasution, R. H. (2018). Talak menurut hukum Islam. Jurnal Ilmiah Al-Hadi, 3(2), 707–716. http://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/alhadi/article/view/357
Faizah, S. (2014). Dualisme hukum Islam di Indonesia tentang nikah siri. ISTI’DAL: Jurnal Studi Hukum Islam, 1(1).
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18222306
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Â



