Analisis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 1557 K/Pdt/2019 Tentang Wanprestasi dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah

Nayla Audi Zahra, Nazwa Anvella Dilla, Reyhan Prabowo, Rindy Antika Indraswara, Sabrina Aulia Amri, Sally Hania Hadi, William Haposan Lubis, Zakia Zaharani

Abstract


This study aims to examine the legal considerations applied by the Sidoarjo District Court, the Surabaya High Court, and the Supreme Court in resolving a land sale and purchase dispute between H. Suudhi and PT Jatarupa Prakarsa Jaya, as well as to analyze the impact of Supreme Court Decision No. 1557 K/Pdt/2019 on legal certainty in land sale and purchase agreements. This research employs a normative juridical method with statutory and case approaches. The findings indicate that the Supreme Court declared PT Jatarupa Prakarsa Jaya to be in default (wanprestasi) for failing to fulfill its obligations as stated in the Sale and purchase Binding Agreement (PPJB). The decision emphasizes that a PPJB executed legally before a notary possesses binding legal force and provides protection to parties acting in good faith, even though it does not yet result in a formal transfer of ownership as in a Sale and Purchase Deed (AJB). The implications of this ruling reinforce the application of the pacta sunt servanda principle and strengthen legal certainty in land sale and purchase practices in Indonesia.

Keywords


Law of Obligations, Default, Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB), Legal Certainty, Supreme Court Decision.

Full Text:

PDF

References


Boedi Harsono. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi, dan Pelaksanaannya. Edisi Revisi. Jakarta: Djambatan, 2008.

Maria S.W. Sumardjono. Kebijakan Pertanahan antara Regulasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas, 2001.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1961 Nomor 28.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2043

K/Pdt/2012 tentang Wanprestasi dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah.

Subekti, Hukum Perjanjian, Jakarta: Intermasa, 1990.

R. Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Bandung: Binacipta, 1987.

Salim H.S., Hukum Kontrak: Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak, Jakarta: Sinar Grafika, 2003.

Setiawan, I. K. O. (n.d.). Hukum perikatan. Jakarta: Sinar Grafika.

Octariani, V. A., Sigit, A. P., & Lukman, (2021). Pembatalan akta perjanjian pengikatan jual beli ruko akibat wanprestasi. Hukum Kenotariatan, 10(2), 175.

Sakuntala, P. A. M. (2024). Analisis yuridis pembeli yang wanprestasi terhadap kesepakatan pembayaran akta perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) tanah dan bangunan (Studi kasus Putusan Mahkamah Agung RI

Fitri, Y. A., & Budhiawan, A. (2024). Perlindungan hukum bagi debitur yang beritikad baik dalam perjanjian over kredit. Rewang Rencang: Jurnal

Lex Generalis, 5(4).

Syarkowi, H. A. (n.d.). Mengenal putusan (peradilan) perdata. Pengadilan Agama Sungguminasa. Retrieved October 13, 2025




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17873913

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,