Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Income Konten Kreator Tiktok Sebagai Sumber Penghasilan

Irene Raydilla Fitri, Nur Alizam, Safina Ainun Nisa, Jaenudin J, Dian Herdiana

Abstract


Kemunculan media sosial sebagai ruang ekonomi baru membuat pekerjaan sebagai content creator semakin diminati, terutama di TikTok yang menawarkan peluang kerja sama promosi atau endorsement. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai bentuk transaksi jasa tersebut ketika dilihat dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah, terutama terkait penerapan akad ijarah dan kemungkinan adanya unsur gharar dalam proses kerja sama. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana mekanisme endorsement dijalankan oleh dua content creator, yaitu Arya Zikri Maulana Latif dan Makhyatul Fikriya, serta menilai apakah praktik tersebut sesuai dengan prinsip muamalah. Fokus penelitian diarahkan pada cara mereka menerima kerja sama, bentuk kesepakatan yang terjadi, dan bagaimana pembayaran diatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, pengumpulan dokumen, dan telaah literatur. Analisis dilakukan melalui proses pengelompokan data, pemaknaan temuan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama endorsement yang dilakukan kedua informan pada dasarnya memenuhi unsur dasar akad ijarah, seperti adanya jasa yang jelas, kesepakatan antara pihak, dan penentuan upah. Meskipun demikian, mekanisme Arya yang lebih informal masih menyisakan potensi ketidakjelasan, sedangkan sistem kerja sama Makhyatul yang melibatkan admin dan perjanjian tertulis cenderung lebih aman dari sisi syariah. Secara umum, praktik endorsement keduanya dapat dikategorikan sejalan dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah.

Keywords


Endorsement, TikTok, Ijarah, Ekonomi Syariah

Full Text:

PDF

References


Abdul Wahab, Muhammad. Teori Akad Dalam Fikih Muamalah. Pertama. Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing, 2019.

Azuhaili, Wahbah. Fikih ISlam Wa Adillatuhu. 4th ed. Depok: Gema Insani, 2007.

Hariman&koko. Fikih Muamalah Teori Dan Implementasi. Edited by Pipih

Latifah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2019.

Hukum, Prodi, Ekonomi Syariah, Nanggroe Aceh Darussalam, Prodi Hukum, Ekonomi Syariah, Pidie Jaya, and Nanggroe Aceh Darussalam. “Pemberian Imbalan Via Aplikasi TikTok Perspektif Hukum Ekonomi Syariah : Analisis Terhadap Program TikTok Affiliate Pendahuluan” 06, no. 01 (2024): 1–18.

Kurnianingsih, Prilia. Fikih Muamalah. Edited by Subchi Imam. Pertama. Tangerang Selatan: PT. raja grafindo persada, 2021.

Wahab, Fatkhul. “Konsep Dan Kontribusi Pemikiran Adiwarman Azwar KarimTerhadap Perekonomian Indonesia Pendahuluan,” n.d., 59–78.

Zainal abidin, Ali. “Menunda Bayar Utang Padahal Mampu Adalah MKezaliman.” nu online, 2019.

Ijarah, Pembiayaan. “Dewan Syariah Nasional MUI, Fatwa DSN-MUI Tentang Akad Ijarah.,” 2000.

Wahab, Fatkhul. “Konsep Dan Kontribusi Pemikiran Adiwarman Azwar KarimTerhadap Perekonomian Indonesia Pendahuluan,” n.d., 59–78.

Hukumonline. PERADI, HKHPM dan AKHI Surati Ketua MA Soal Sumpah Advokat.

Berita,http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5731d94e12b88/peradi--hkhpm-dan-akhi-surati-ketua-ma-soal-sumpah-advokat (diakses pada tanggal 11 Mei 2023)

Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2023 – OJK & KNEKS https://knks.go.id/storage/upload/1733458731-Laporan%20Perkembangan%20Keuangan%20Syariah%20Indonesia%202023.pdf

Menunda Bayar Utang padahal Mampu adalah Kezaliman. https://nu.or.id/syariah/menunda-bayar-utang-padahal-mampu adalah-kezaliman-n3OKy




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17839099

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,